Showing posts with label Ungaran. Show all posts
Showing posts with label Ungaran. Show all posts

Saturday, September 14, 2013

Kota Ungaran - Pelebaran Jalur alternatif Kota ungaran

Kab Semarang
Ungaran .Kab Semarang – pelebaran jalan di kota Ungaran , meliputi Jl Kolonel Sugiono, DI Panjaitan, dan Jl Brigjen Katamso dilebarkan Jadi 6 meter dari semula empat meter. Langkah tersebut sebagai antisipasi penggunaan jalur alternatif kemacetan jalur utama dari Ungaran - Bawen.

Kepala DPU Kab Semarang, Totit Oktorianto melalui Kabid Pembangunan, Pemeliharaan Jl dan Jembatan, Supratmono menyebutkan, langkah ini mendukung pengalihan arus lalu lintas dari batas kota Ungaran-Semarang menuju Lingkungan Susukan Ungaran Timur oleh petugas.

"Ruas jalan di Susukan Ungaran Timur biasa dipergunakan ketika jalur utama macet. Melalui ruas ini, kendaraan bisa diarahkan menuju pintu keluar tol Ungaran atau ke arah Beji keluar pertigaan “Pasar Babadan”," katanya kepada wartawan, Rabu (4/9).

Pemkab Semarang sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 483 juta untuk pelapisan aspal Jalan Kolonel Sugiono. Sementara paket pelebaran jalan yakni DI Panjaitan dengan panjang 700 meter telah dialokasikan anggaran Rp 458 juta, sedangkan Jalan Brigjen Katamso yang nantinya akan dilebarkan menjadi 6 meter dengan panjang 800 meter akan menelan biaya Rp 519 juta.

"Pelebaran badan jalan akan menggunakan sistem perkerasan cor beton, untuk memperkuat struktur jalan kami akan pemadatan area pelebaran dengan menggunakan alat berat," paparnya.

Terpisah, warga Jalan DI Panjaitan Ungaran, Sulistianto (55) mengaku senang dengan adanya proyek pelebaran jalan ini. Dengan begitu menurut dia, nantinya Lingkungan Susukan akan menjadi ramai.

"Kami akan mendukung rencana pemerintah asalkan memperhatikan unsur lainnya seperti ketersediaan trotoar bagi pejalan kaki," ungkapnya.


Sumber : SuaraMerdeka.com

Saturday, November 17, 2012

Panwaslu Kabupaten Semarang belum punya kantor..

Kabupaten Semarang
UNGARAN. Kabupaten Semarang: Menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2013 serta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, ternyata Pantia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Semarang sampai sekarang belum juga memiliki kantor sekretariat tetap.

"Padahal, keberadaan kantor penting untuk operasional para anggota Panwaslu yang telah dilantik beberapa waktu lalu," ujar Ketua Divisi SDM dan Kelembagaan Panwaslu Kabupaten Semarang, Mardoyo, Jumat (16/11).

Selain dirinya, ada dua anggota Panwaslu lain meliputi Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Agus Riyanto, dan Anggota Divisi Penanganan Pelanggaran, Bambang Purwanto. Sehubungan hal itu, pihaknya akan segera menghadap Bupati dan Sekda Kabupaten Semarang, untuk meminta fasilitas kantor kesekretariatan.

Disamping memerlukan sebuah kantor sekretariat, menurut Mardoyo, Panwaslu Kabupaten Semarang juga butuh dukungan tenaga kesekretariatan yang biasanya diambilkan dari pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkab Semarang.

Terlepas dari keterbatasan tadi, Panwaslu Kabupaten Semarang akan langsung bergerak cepat agar memenuhi jadwal kegiatan yang sangat mendesak. Termasuk mengejar ketertinggalan beberapa tahapan pemilu yang sudah berjalan.

"Yang pertama kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Semarang terkait pengadaan kantor sekretariat dan pembentukan pegawai sekretariat. Kemudian berkoordinasi dengan stakeholder. Setelah itu baru mengarah ke perekrutan panitia pengawas kecamatan (Panwascam) karena deadline 10 Desember 2012 mereka harus sudah dilantik," jelasnya. (Pudyo Saptono)

Sumber | Suara karya

Thursday, November 15, 2012

Tradisi Unik Desa Sidomulya, Ungaran pada 1 Suro

Tradisi Unik Desa Sidomulya
Ungaran Kota.- Desa Sidomulya, Ungaran, Jawa Tengah tak beda dengan desa-desa lain pada umumnya. Yang membedakan adalah adanya acara tradisi lempar ketupat. Acara ini digelar dalam rangka tahun baru Jawa 1 Suro yang berbarengan dengan 1 Muharram dalam kalender penanggalan Islam.

Ketika bunyi suara tiang listrik dipukul berarti saatnya ratusan warga desa, dari usia muda hingga orang tua, laki-laki dan perempuan, semuanya turun ke jalan membawa ketupat dan sayur.

Setelah diawali dengan membacakan doa-doa untuk memohon keselamatan, semua warga makan ketupat bersama. Setelah itu, puncak acaranya adalah perang ketupat. Semua warga saling melempar ketupat dengan sisa yang masih ada.

Acara perang ketupat ini dipercaya bisa membuang sial dan bencana. Sebaliknya, jika perang ketupat tidak digelar, maka akan terjadi bencana. Itulah tradisi Desa Sidomulyo yang biasa digelar ketika menyambut 1 Suro.

Sumber | Liputan 6

Tuesday, November 13, 2012

SMA 1 Ungaran: Membuat Meriam Dalam Festival

SMA 1 Ungaran
KOMPAS.com/ SYAHRUL MUNIR Festival dolanan anak di SMA 1 Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/11/2012).
UNGARAN KOTA.- Dentuman keras menyalak beberapa kali dari moncong meriam, suaranya sangat memekakan telinga. Alih-alih berlindung atau lari, puluhan orang di sekitarnya justeru bersorak kegirangan.

Itulah sekelumit gambaran dari suasana "Festival Dolanan Anak" yang digelar di SMA 1 Ungaran, Jalan Diponegoro, Ungaran, Selasa (13/11/2012) pagi. Meriam itu terbuat dari bambu atau disebut mercon bumbung.

Sejumlah permainan tradisional diperlombakan antarkelas. Mulai dari egrang, lompat tali, dakon, betengan, bakiak batok dan gobak sodor. Nuansa tradisional makin kental karena seluruh siswa, guru dan karyawan semuanya mengenakan busana tradisional. Sebagian besar laki-laki memakai sorjan dan wanitanya memakai kebaya tanpa make up.

"Kegiatan ini bertujuan nguri-uri budaya Jawa yang makin luntur. Di era digital ini generasi muda perlu kita kenalkan pada ikon-ikon tradisi yang bernilai adiluhung sehingga mereka tak lupa pada jati dirinya," kata Hartanto, kepala SMA 1 Ungaran.

Festival dolanan anak yang kali pertama digelar oleh SMA unggulan Kabupaten Semarang ini diawali dengan pawai menyusuri sejumlah ruas jalan di kota Ungaran dengan jalan kaki. Para siswa menyambut kegiatan ini dengan antusias.

"Ternyata permainan tempo dulu itu asyik juga ya dimainin. Bagus kalau menjadi agenda rutin," ungkap Desta, siswa kelas 10. Tak ketinggalan, stand jajanan pasar menjadi serbuan para siswa.

Karena selain enak, aneka jajan pasar seperti gethuk, cenil dan juga minuman dawet dijual oleh panitia OSIS dengan harga murah. Melihat kemeriahan festival dolanan anak dan respon para siswa tersebut, Hartanto yang baru tiga bulan menjabat sebagai kepala SMA 1 Ungaran ini bertekad menjadikannya agenda tahunan sekolah. "Tahun depan kita akan buat yang lebih meriah dan lebih baik lagi," pungkas Hartanto.

Sumber | Kompas

Saturday, November 10, 2012

Beberapa Sebab Kemacetan Ungaran-Bawen

pasar karangjati
Bergas Kab. Semarang - Volume kendaraan bukan merupakan satu-satunya penyebab kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang Jalan Diponegoro, Ungaran sampai Pasar Karangjati, Kabupaten Semarang.

Seperti halnya yang terjadi Sabtu (10/11) siang menjelang sore ini. Kemacetan hari ini lebih disebabkan karena ramainya pertigaan atau perempatan akses jalan ke beberapa wilayah di Kabupaten Semarang oleh angkutan umum.

Menurut salah satu petugas dari Polsek Bergas, Bribtu Supeno, yang gerjaga di pos polisi, kemacetan akan diperparah lagi dengan tibanya jam bubaran pabrik. "Puncak macet sekitar pukul empat sampai enam sore, yang sekarang belum seberapa," kata Supeno.

Karena kemecetan itu, laju kendaraan baik dari arah Semarang ke Solo atau sebaliknya menjadi tersendat. Kemacetan baru bisa diurai menjelang tanjakan Bawen. Selebihnya lalu-lintas lancar sampai kota Salatiga.

Sumber | sm

Tuesday, October 16, 2012

Ungaran: Firnanda Lumpuh,tak sanggup lagi membayar biaya rumah sakit

Irham Rama Firnada
Irham Rama Firnada (10) dipangkaun ibunya, Nurul Hidayati (28) warga Jatisari, Ungaran kabupaten Semarang menderita osteoporosis sejak kecil. Rama berasal dari keluarga miskin sangat membutuhkan uluran tangan.
UNGARAN, Kab Semarang - Tak bisa dibayangkan bagaimana kesedihan yang dialami pasangan suami istri, Suronotoyo (32) dan Nurul Hidayati (28) warga lingkungan Jatisari kelurahan Gedanganak, Kabupaten Semarang ini.

Bagaimana tidak? Irham Rama Firnanda (10) anak sulung mereka sejak kecil telah mengidap penyakit yang aneh. Perkembangan fisiknya tidak normal, sehingga hari-harinya hanya terkapar di pembaringan tanpa mampu berbicara.

"Satu-satunya perkataan yang jelas hanya mbah dan ma'em. Selebihnya hanya menangis saja," kata Nurul, saat KOMPAS.com bertandang di rumahnya.

Rama lahir dalam kondisi prematur, kata Nurul. Namun demikin kondisi putranya tampak normal dengan bobot 1,5 kilogram. Keanehan baru terhihat saat Rama berusia genap satu tahun. Berat dan kemampuan motoriknya jauh tertinggal dengan anak seusianya.

"Saat itu belum bisa tengkurap, bersuara pun sulit. Pada waktu diperiksakan ke RSUD Ungaran, kata dokter anak saya mengidap pengeroposan tulang," kata Nurul.

Ironisnya, dengan kondisi Rama yang tak normal, orangtuanya justru menghindari dokter dan rumah sakit untuk mengobati Rama. Nurul berdalih, sudah tak sanggup lagi membayar biaya rumah sakit ataupun dokter. Pasalnya, penghasilan suaminya sebagai sopir angkutan kota hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

"Pernah tahun 2005 kami rutin memeriksakan Rama ke RSUD Ungaran. Seminggu dua kali, dengan biaya Rp 400.000 sekali periksa, belum termasuk obatnya. Itu hanya bertahan setahun. Setelah itu kami beralih kepengobatan alternatif yang lebih murah. Alhamdulillah, Rama sekarang sudah bisa tengkurap sendiri," ungkap Nurul.

Tak terhitung berapa puluh pengobatan alternatif yang ia datangi hingga saat ini, dengan harapan agar anaknya sembuh. Nurul juga membantu suaminya untuk mengumpulkan biaya pengobatan dengan berjualan makanan kecil di sebuah pabrik garmen. "Kami ingin sekali Rama tumbuh normal dan bisa bersekolah," kata Nurul, sambil bertanya bagaimana caranya meminta bantuan dari pemerintah.

Saat ditanyakan tentang Jamkesmas maupun Jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Nurul hanya menggelengkan kepala, sembari menjawab pendek. "Saya tidak paham."


Sumber | Kompas

Sunday, August 12, 2012

Proses e-KTP Kabupaten Semarang Dipercepat

e-KTP Kabupaten Semarang
Kab Semarang.- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Semarang melakukan langkah percepatan untuk menyelesaikan proses perekaman data warga untuk pembuatan e-KTP. Salah satunya dengan melakukan rekam data langsung di lokasi perusahaan.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Apindo untuk rekam data para karyawan tanpa banyak mengurangi jam kerja mereka,” kata Kepala Dispendukcapil Puguh Wijoyo Pakuwodjo di Ungaran, awal pekan ini.

Menurutnya, beberapa perusahaan telah menyatakan siap menyediakan tempat di lingkungan perusahaan untuk proses rekam data tersebut. Pola semacam ini dianggap saling menguntungkan kedua belah pihak. Di satu sisi target Dispendukcapil untuk menyelesaikan rekam data e-KTP dapat tercapai. Sedangkan Perusahaan tidak dirugikan karena tidak banyak karyawan yang minta izin pulang untuk rekam data e-KTP. “Meski begitu, baru ada satu perusahaan yang secara resmi memberikan respon yakni PT Glory Industrial Semarang,” terang Puguh.

Dia berharap perusahaan lain bisa meniru langkah kerja sama itu agar target rekam data e-KTP dapat tercapai. Dengan langkah terobosan ini, Puguh optimis target penyelesaian pada bulan Oktober dapat tercapai. Bahkan, “Jika berjalan lancar, September mendatang proses ini telah selesai,” tandasnya.

Kepala HRD PT Glory Industrial Semarang Edi DHL menyatakan terima kasih atas inisiatif pelayanan rekam data oleh Dispendukcapil langsung ke perusahaannya. Dikatakan, jika karyawan harus izin pulang untuk rekam data di kecamatan masing-masing, paling tidak dibutuhkan waktu tiga.

Sedangkan jika ada pelayanan langsung seperti ini, setiap karyawan hanya sekitar lima menit meninggalkan pekerjaannya. “Kerja sama ini sangat efektif dan membantu kami agar proses produksi di perusahaan tidak terganggu,” tegasnya.

Berdasarkan data perusahaan, sebanyak 267 orang karyawan PT Glory telah terdaftar untuk dilayani rekam data. Jumlah itu, lanjutnya, dimungkinkan dapat bertambah. Sebab ternyata ada karyawan yang belum terdaftar namun bersedia mengikuti rekam data di perusahaan itu. Dispendukcapil mengerahkan empat orang personel dan dua set alat rekam untuk melayani para karyawan tersebut.

Ditambahkan oleh Kasi Identitas dan Pendataan Penduduk Retno Widuri Inspirasi, hingga awal minggu kedua Bulan Agustus 2012 ini, jumlah warga wajib KTP yang telah terekam data pribadinya sebanyak 534.021 orang atau 72,07 persen dari target kuota 741.001 orang.

Beberapa kecamatan yang memiliki jumlah wajib KTP banyak, prosentase rata-rata penyelesaian rekam data telah mencapai lebih dari 50 persen. Diantaranya Kecamatan Tengaran telah diselesaikan rekam data 35.407 wajib KTP atau 71 persen dari total 49.478 wajib KTP, Kecamatan Suruh terekam 33.866 wajib KTP (64,97 persen) dari 52.129 dan Ungaran Barat terekam 37.230 (59,57 persen) dari total 62.496 wajib KTP.

“Saat ini juga terdaftar 10.328 wajib KTP diluar kuota yang terdaftar setelah 31 Januari 2012. Mereka akan dilayani di kecamatan masing-masing dengan menunjukkan KTP regular,” jelas Widuri.

Khusus untuk melayani warga lanjut usia, katanya, Dispendukcapil akan mengoperasikan mobil pelayanan rekam data keliling. Pelayanan ini diharapkan dapat memudahkan para lansia untuk mengikuti proses rekam data e-KTP.


Sumber | jateng time

Alternatif Tol Semarang-Ungaran Kab Semarang selesai dikerjakan

Tol Semarang-Ungaran
Ungaran. Kab Semarang.- Dilakukan perbaikan Selama tiga minggu, jalur alternatif Tol Semarang-Ungaran Kabupaten Semarang selesai dikerjakan. Jalan alternatif sejauh 17 kilometer menghubungkan exit tol Ungaran hingga Karangjati.

Jalur alternatif tol Semarang - Solo di Ungaran yg menghubungkan exit tol Ungaran hingga wilayah Karangjati sejauh 17 kilometer selesai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang. Perbaikan dengan mengaspal jalan berlubang dan bergelombang sudah dikerjakan 3 minggu lalu dan pada hari ini jelang arus mudik lebaran sudah bisa diselesaikan.

Petugas saat ini masih melakukan pengecekan dan penyempurnaan untuk memastikan kelayakan jalan. Jalur alternatif tol Semarang-Solo merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Semarang untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas pada exit tol Ungaran.

Sumber | mantenb

Saturday, August 11, 2012

Jl Diponegoro, Ungaran Dipadati Kendaraan Pemudik

arus mudik 2012
Ungaran. - Volume kendaraan Menuju arah Kota Semarang baik dari arah Yogyakarta maupun Jakarta Mulai terlihat tanda- tanda Peningkatan. Sebagian Orang mulai mudik hari ini untuk menghindari puncak arus mudik 2012.

Salah satu pemudik, Yuni Ardhyanti mengaku lebih memilih mudik pada H-8 karena menghindari lonjakan penumpang untuk moda transportasi bus. Ia pun sudah tidak sabar bertemu keluarganya di kampung halamannya di Kebumen.

”Saya mengajukan libur magang biar bisa pulang kampung sekarang,” katanya di halte bus Sukun, Jl. Setiabudi, Semarang, Sabtu (11/8/2012).

Padatnya kendaraan Yang terjadi di Jl Diponegoro, Ungaran dari arah Semarang menuju Yogyakarta, atau tepatnya sebelum jalan masuk menuju tol Semarang-Ungaran. Kepadatan juga terlihat di Jl Jendral Sudirman, Ungaran.

Keadaan serupa terjadi di Jl Setiabudi, Semarang dari arah Yogyakarta, volume kendaraan juga meningkat dan didominasi oleh kendaraan roda empat. Meski demikian laju kendaraan masih terpantau ramai lancar.

Sejumlah kendaraan dari luar kota juga sudah memadati jalur pantura, Jl Wali Songo, Semarang dari arah Kendal atau Jakarta. Titik kemacetan terjadi di pertigaan Jrakah, pertigaan Gatot Subroto dan pertigaan tol Krapyak. Daerah pembangunan flyover yang di perkirakan menjadi titik macet yaitu Kalibanteng, hingga kini masih terpantau lancar.

Menurut Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Provinsi Jateng, Perkiraan arus mudik dan balik akan terjadi pada H-2 yaitu tanggal 17 Agustus hingga H+6, 26 agustus.

”Prediksi puncak arus mudik adalah tanggal 17 hingga 18 Agustus, sedangkan arus balik adalah 24 hingga 26 agustus,” kepala Dishubkominfo Provinsi Jateng, Urip Sihabudin beberapa waktu lalu.


Sumber | detiknews

Friday, August 10, 2012

Ribuan Petasan Dimusnahkan di Kabupaten Semarang

Ribuan Petasan
Kab Semarang, - Ribuan liter miras jenis ciu dan banyak botol miras berbagai merek, Pada Hari Jumat (10/8/2012) dimusnahkan oleh petugas di halaman Mapolres Semarang dengan menggunakan mobil penggilas. Pemusnahan minuman keras hasil “operasi Pekat Candi 2012” ini disaksikan sejumlah tokoh agama dan juga pejabat di lingkungan Kabupaten Semarang. Selain minuman keras, turut dimusnahkan pula bahan peledak dan ribuan petasan.

Kapolres Semarang, AKBP IB Putra Narendra menjelaskan, dalam pelaksanaan Operasi Pekat Candi 2012 tersebut pihaknya berhasil menyita sebanyak 1.030 liter minuman keras (miras) jenis ciu dan 1.308 botol miras berbagai merek. Tujuan operasi tersebut, kata Narendra, untuk menekan angka kriminalitas dan untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan di masyarakat.

"Operasi Pekat Candi berhasil menekan 75 persen peredaran miras di Kabupaten Semarang," tutur Narendra.

Narendra menyatakan kepolisian serius dalam memberantas penyakit masyarakat, salah satunya miras. Pasalnya miras kerap menjadi pemicu berbagai aksi kejahatan. "Kejahatan dan tindak kriminal paling banyak berawal karena pelakunya terlebih dahulu mengonsumsi miras," jelasnya.


Sumber | kompas

Benteng Willem II Ungaran

Benteng Ungaran
Benteng Willem II Ungaran sebelum dipugar

Benteng Willem II Ungaran, Dulu sebelum dipugar, terlihat mirip dengan gudang tua seperti di kota lama yang nyaris rubuh, tembok yang sudah mengelupas, genting dan atap yang bocor. Namun sekarang Benteng Willem II telah dipugar sehingga punya daya tarik bagi setiap orang yang melintas didepan-nya, dan Benteng Willem II juga menjadi salah satu Icon Kota Ungaran - Kabupaten Semarang.

Benteng Willem II Ungaran Setelah dipugar
Benteng Willem II Ungaran. terletak di Tengah Kota Ungaran (terkenal dengan nama Benteng Ungaran/ Diponegoro) persis pinggir jalan Semarang-Solo/ Yogya, di depan DPRD kota Ungaran.
                                    
Benteng Willem II Ungaran
•  Lokasi : Kecamatan Ungaran Barat
•  Jarak tempuh : Ambarawa - Kota Semarang : 35 km
•  Daya Tarik : Wisata Sejarah: Merupakan benteng peninggalan penjajah Belanda

Benteng Belanda yang didirikan pada tahun 1786 ini menjadi situs wisata sejarang yang amat penting untuk di kaji, terutama untuk para pelajar

Benteng Willem II Ungaran
saat terjadi Perang Cina, gubernur-jendral Baron van Imhoff pernah dirawat di sini karena serangan pasukan Surakarta pada 1742. Pada 1826 benteng ini mendapat serangan pasukan Diponegoro dari arah Rembang dan hampir jatuh ke tangan pasukan Kiyai Mojo setelah dikepung selama 2 minggu. Benteng tersebut pada Agustus 1830 digunakan sebagai tempat menahan pangeran Diponegoro selama 3 hari yang ditangkap di Magelang sebelum dibawa menumpang kapal Pollux di Semarang untuk di adili ke Batavia.

Ingin pergi berwisata keungaran? Jangan lupa mampir di Benteng Ungaran

Aksi Sweeping di Bandungan Mendapat Tanggapan Berbeda

UNGARAN, - Aksi sweeping yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah maupun rencana sweeping yang akan dilakukan oleh Gerakan Pemuda Kakbah (GPK) Jateng di kawasan wisata Bandungan mendapat tanggapan berbeda dari organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Semarang, Ahmad Hanik mengatakan, secara institusi apapun, tindakan aksi main hakim sendiri tentunya tidak dibenarkan oleh aturan dan agama apapun. Apalagi tindakan sweeping dilakukan dengan cara anarkis dan membawa senjata sehingga menakut-nakuti masyarakat yang beraktifitas.

''Sesuai surat edaran dari PBNU, seluruh pengurus baik di wilayah maupun cabang, tidak boleh melakukan aksi-aksi anarkis pada saat ramadan ketika memberikan peringatan kepada aktifitas yang mengganggu ibadah puasa. Akan tetapi, PBNU akan mendukung ketika aksi dilakukan dengan persuasif. PCNU Kabupaten Semarang sangat tidak mendukung pola aksi seperti itu,'' katanya, Selasa (7/8).

Hanik juga menambahkan, aksi untuk memperingatkan seseorang ataupun lembaga yang mengganggu aktifitas ibadah puasa, secara keagamaan boleh-boleh saja. Akan tetapi, harus dilakukan dengan cara yang tepat.

''Kalau tindakannya langsung anarkis kepada obyek yang dimaksud, tentu tidak pas, apalagi dengan kekerasan. Harusnya kan dengan cara santun, sesuai adat ketimuran. Kalau pun ada rencana aksi, lebih baik kan kerjasama dengan aparat penegak hukum, tidak main hakim sendiri. Tentu aparat juga akan terbuka ketika dibantu,'' papar Hanik yang juga Kepala SMK NU Ungaran itu, kemarin.

Terpisah, Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Semarang Dr HM Saerozi MAg mengatakan, dalam rangka mewujudkan ramadan yang damai dan penuh berkah, Muhammadiyah selalu mengedepankan tindakan non kekerasan dan prosedural.

Tanpa mengurangi hormat kepada para anggota FPI maupun GPK, Saerozi menilai, aktifitas masyarakat di Bandungan yang di-sweeping akan terus mundur ke belakang. Kalaupun ada perlawanan, hanya gebrakan sesaat.

''Tapi yang menjadi catatan, setelah ramadan usai, kejadiannya bisa lebih buruk. Ketika suatu tindakan penekanan dengan cara yang tidak simpatik, mereka yang diperlakukan tentu memiliki dendam personal. Buntutnya akan makin panjang,''
katanya.

Dijelaskan pula, persoalan masyarakat di Bandungan maupun yang ke Bandungan bukan persoalan kesadaran syariat, tetapi ada kepentingan yang lebih besar, baik itu faktor ekonomi ataupun faktor yang lain. ''Muhammadiyah netral terhadap aksi sweeping, tidak ikut-ikutan, dan tidak mencela aksi itu,'' tandas Saerozi.


Sumber | Suara Merdeka

Thursday, August 9, 2012

Bus Putra Palagan jurusan Semarang-Ambarawa terguling

kecelakaan Bus Putra Palagan jurusan Semarang-Ambarawa
Ungaran. Bus Putra Palagan jurusan Semarang-Ambarawa terguling di sekitar Jl Perintis Kemerdekaan, Banyumanik, Kota Semarang, atau tepatnya di depan kantor Kodam IV Diponegoro Semarang, Jateng, pada hari Kamis (9/8) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun merdeka.com, terjadinya kecelakaan berawal sekitar pukul 14.15 WIB, saat bus putra palagan dengan plat nomor H 1433 BC yang kemudikan Suryanto, warga Bandungan, Kabupaten Semarang, akan menyalip truk tronton.

"Saat kepala bus sudah masuk di sisi kanan truk, tiba-tiba truk membelokkan kemudi ke kanan. Akibatnya bus terdesak dan menabrak pembatas jalan tengah yang terbuat dari beton," ungkap kernet bus, Muchamad Sofyan saat dimintai keterangan oleh Aiptu Budiono, petugas Satlantas Polres Semarang Kamis (9/8) setelah kecelakaan.

Sofyan juga menyatakan selain bus yang terguling, ada juga sepeda motor Jupiter Z juga rusak akibat terjepit bagian belakang. Tapi walaupun demikian, pengendara sepeda motor itu selamat, walaupun mengakibatkan luka-luka yang cukup serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

setelah kejadian, kurang lebih 10 penumpang bersama kernet truk sempat terjebak di dalam bus, karena usai terguling pintu bus berada di bagian bawah. Sehingga semua penumpang dan kernet dapat keluar dari bus setelah kaca bus pada bagian depan dan belakang dipecahkan secara paksa.

"Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Namun, seorang wanita paruh baya menderita patah tulang di bagian punggung akibat tergulingnya bus. Sopir, kernet dan penumpang lainya hanya mengalami luka ringan," ungkap Budiono.

Usai berhasil dievakuasi keluar dari bus, sebelas korban kecelakaan langsung dilarikan ke RS Danubroto Banyumanik, Kota Semarang, dan sampai saat ini menjalani perawatan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit.

Akibat peristiwa tersebut jalur Semarang-Yogyakarta yang melintasi Jl Perintis Kemerdekaan Semarang macet hampir selama empat jam dari dua arah. Baik dari arah Yogyakarta maupun arah Kota Semarang.

Kondisi lalu lintas kembali normal setelah petugas aparat kepolisian dibantu warga menderek bus untuk dipinggirkan. Sampai saat ini bangkai bus dan sepeda motor masih berada di jalan Perintis Kemerdekaan Semarang.

Sumber | merdeka

Bupati Semarang: Ponsel petugas dilarang dimatikan

Ponsel petugas dilarang dimatikan
UNGARAN, Bupati Semarang Mundjirin dengan tegas menekankan kepada petugas dari instansi dan satuan yang terlibat dalam Posko Terpadu Lebaran 2012 untuk tidak mematikan perangkat telepon selular (ponsel) hingga pelayanan arus balik selesai. Menurutnya, dengan adanya komunikasi yang baik nantinya akan berdampak langsung dengan penanganan suatu permasalahan di lapangan.

"Ponsel petugas dilarang dimatikan, khusus untuk pejabat dan staf Pemkab Semarang kami tekankan untuk menyeragamkan nada dering bila ada panggilan telepon dari Bupati. Kecepatan informasi sangat berharga, pasalnya akan berdampak langsung pada kecepatan penanganan suatu kejadian" ujar Mundjirin, saat memberikan arahan kepada peserta Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Dalam Rangka Kesiapan Pengamanan Operasi Ketupat Candi 2012 Polres Semarang di Beteng Williem Oengaran, Rabu (8/8).

Selain instruksi kecepatan informasi, pihaknya juga berharap agar petugas yang terlibat dapat menjaga amanah yang diberikan. Pasalnya, lanjut Bupati, meski bekerja melayani masyarakat sesuai jadwal, nantinya sudah barang tentu para petugas akan banyak berkonsentrasi pada tugas dibandingkan keluarga.

"Menjaga amanah itu perlu, namun bekerja dengan ikhlas juga tidak kalah penting. Bagi yang sudah berkeluarga, kami mohon untuk memberikan pengertian agar semua rencana berjalan sesuai harapan," katanya.

Sementara itu untuk mengantisipasi lonjakan pengguna jalan, jajaran Kepolisian Resor Semarang akan melakukan berbagai langkah. Salah satunya pemecahan arus di sejumlah titik, seperti exit tol Semarang-Ungaran, pertigaan Bawen, serta sejumlah pasar tumpah di wilayah Ungaran, Babadan, Langensari, Bergas, dan wilayah Tengaran.

Kapolres Semarang Semarang AKBP IB Putra Narendra melalui Kasat Lantas AKP Gusman Fitra saat ditemui seusai kegiatan mengatakan, selain mempersiapkan upaya rekayasa lalu lintas, pihaknya juga berencana akan melakukan pengawalan estafet terhadap pemudik motor.


Sumber | Suara merdeka

Jalan tol Semarang-Ungaran sangat aman dan stabil untuk dilalui pemudik

tol Semarang-Ungaran
UNGARAN.  PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola jalan tol Semarang-Solo menyatakan ruas jalan tol Semarang-Ungaran siap untuk dilalui kendaraan mudik dan balik Idul Fitri 1433 H. Untuk menunjang pelayanan, pihak TMJ berencana akan menambah lagi dua gerbang tol dari jumlah sebelumnya tiga gerbang.

"Jalan tol Semarang-Ungaran sangat aman dan stabil untuk dilalui. Untuk arah Semarang-Ungaran ada lima gardu transaksi, kami sengaja menambah dua gardu lagi untuk menunjang pelayanan pengguna jalan pada Idul Fitri 1433 H," kata Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ, Ari Nugroho, seusai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Dalam Rangka Kesiapan Pengamanan Operasi Ketupat Candi 2012 Polres Semarang di Beteng Williem Oengaran, Rabu (8/8).

Walaupun penderekan kendaraan belum banyak seperti yang diperkirakan, lanjutnya, TMJ tetap akan menambah satu unit truk derek untuk mengantisipasi adanya mobil yang mogok saat melintasi sejumlah tanjakan, diantaranya tanjakan Gedawang dan Penggaron. Sementara untuk membersihkan jalan dari debu dan antisipasi kebakaran semak, di exit tol Ungaran telah disiagakan satu unit truk tangki air.

"Kalau debu saya kira tidak ada, namun jika ganguan asap masih bisa terjadi. Untuk antisipasi kebakaran, kami telah menyiagakan satu unit truk water tank. Tugas dari unit water tank salah satunya menjaga kebersihan jalan tol, jika ada ceceran sesuatu tentunya jalan harus kami cuci," tuturnya.

Saat ditanya soal kemungkinan jalan tol dilalui pengendara motor saat mudik, Ari Nugroho menyatakan sangat mungkin dilalui. Namun menurutnya harus seizin pemerintah, dalam hal ini kepada Kementrian Pekerjaan Umum, Badan Pengelola Jalan Tol.


Sumber | Suara merdeka

Wednesday, August 8, 2012

Satpol PP Kab Semarang Siap Mengamankan Lebaran 2012

Kabupaten Semarang
Ungaran,- Sebagai instansi penegak peraturan daerah (Perda) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Semarang akan menerjunkan 72 personil guna mengamankan lebaran 2012. Keberadaan personil nantinya akan bergabung dengan jajaran Kepolisian dan TNI yang siaga di sejumlah pos pengaman terpadu, termasuk pos di kawasan rawan kemacetan akibat pasar tumpah.

Keterangan tersebut disampaikan Kepala Satpol PP Kabupaten Semarang, M Risun, Selasa (7/8). Menurutnya, selain bergabung ke dalam posko terpadu, pihaknya juga merencanakan akan mengadakan pantauan melalui patroli simpatik.

"Kekuatan personil nantinya akan diperuntukkan untuk mendukung personil dari jajaran Kepolisian dan TNI. Utamanya di wilayah titik rawan kemacetan, diantaranya di Pasar Bandarjo Ungaran, Babadan, dan Pasar Projo Ambarawa," katanya didampingi Kasi Penegak Perda dan Keputusan Daerah, Satpol PP Kabupaten Semarang, Heru Gunawan.

Dijelaskan, keberadaan personil nantinya akan siaga penuh dengan sistem sift pada sebelum lebaran, hari H lebaran, dan pascalebaran. Pada sebelum lebaran, personil akan dikonsentrasikan penuh pada sejumlah titik pasar tumpah, sementara hari H lebaran semua personil akan disiagakan di sejumlah titik penyelenggaraan salat id. Sedangkan pascalebaran, personil yang didukung 30 Satpol PP dan 42 Linmas akan ditempatkan di sejumlah titik tempat wisata yang ada di Kabupaten Semarang.

"Tahun ini rencananya Satpol PP akan mendirikan satu posko, pada posko tersebut nantinya akan disiagakan mobil patroli berikut petugas yang sewaktu-waktu siap diberangkatkan bila dibutuhkan," jelasnya.

Ditambahkan Heru Gunawan, terkait upaya penertiban yang telah dilaksanakan Satpol PP selama bulan ramadan, pihaknya mengaku telah berupaya untuk memenuhi standar tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Dalam hal ini, Satpol PP telah melakukan pembinaan terhadap siapa saja yang melanggar ketentuan disamping mengamankan sejumlah obyek vital termasuk kegiatan Bupati Semarang.

"Kami terus melakukan pantauan dan pengawasan terhadap keberadaan tempat hiburan serta menjalin kerja sama dengan Disporabudpar dan Dispendukcapil Kabupaten Semarang dalam rangka pembinaan. Belum lama ini kami telah meminta 71 pendatang di lingkungan tempat wisata dan hiburan Bandungan agar mengurus Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS) di kecamatan setempat," tandasnya.(suaramerdeka.com)

Saturday, August 4, 2012

Bupati Pemkab Semarang Berikan Izin Mobil Dinas untuk Mudik

mobil dinas
UNGARAN - Bupati Kabupaten Semarang Mundjirin mengizinkan pejabat menggunakan mobil dinas untuk mudik Idul Fitri 1433 Hijriah. Kebijakan ini diambil untuk memberikan kemudahan serta kelancaran para pejabat dalam merayakan hari besar keagaman di kampung halaman bersama keluarga.

Dikatakan Bupati, meski pihaknya mengizinkan penggunaan mobil dinas untuk mudik Idul Fitri, namun dirinya berharap kepada siapa saja pemegang kendaraan dinas untuk tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.

"Tidak ada larangan membawa mobil dinas untuk mudik. Namun, untuk mobil dinas berbahan bakar premium sekarang bahan bakarnya harus pakai pertamax. Ketentuan itu harus ditaati meski mobil tersebut dipakai bukan untuk keperluan dinas," ujar Bupati, Jumat (3/8).

Lebih lanjut pihaknya mengimbau, kepada pejabat yang memakai mobil dinas untuk keperluan mudik agar tetap waspada dan berhati-hati. Pasalnya, semua kerusakan mobil dinas yang dibawa mudik akan menjadi tanggung jawab pemegang kendaraan.

"Pemkab semarang tidak memberikan subsidi biaya perawatan mobil termasuk biaya bahan bakar untuk mudik. Artinya, semua biaya tersebut menjadi tanggung jawab yang membawanya," tegasnya.

Selain mengizinkan membawa mobil dinas untuk mudik, Mundjirin juga tidak melarang pejabat dan staf Pemkab Semarang menerima parsel dari relasi maupun koleganya dengan catatan tidak ada unsur atau muatan tertentu.

"Saya berpesan bilamana ada pejabat yang hendak memberikan parsel atau paket Lebaran, alangkah baiknya diberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan. Sebab mereka lebih membutuhkan dan harus dibantu," tandasnya, sembari berharap momen Idul Fitri tahun ini bisa digunakan untuk mengangkat dan memasarkan produk lokal.


Sumber | Suara Merdeka

Thursday, August 2, 2012

Pemkab Semarang: menghemat saat menggunakan mobil dinas

spbu ungaran
Ungaran. Kab. Semarang - Bupati Semarang melalui Sekretaris Daerah (Sekda), Anwar Hudaya menghimbau kepada para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Semarang untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) saat menggunakan mobil dinas.

Himbauan tersebut dikeluarkan menyusul diterapkannya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pengendalian Penggunaan BBM, Rabu (1/8). "Kami sudah berkoordinasi dengan Asisten II yang membidangi Ekonomi Pembangunan, hasilnya salah satunya membantuk tim pengawas untuk memantau SPBU," terang Anwar.

Menurutnya, sanksi hukum bila melanggar ketentuan memang belum ada. Namun pihaknya akan memilih menerapkan sanksi moral berupa terguran kepada semua PNS yang melakukan pelanggaran. "Sebagai aparatur negara, maka kami meminta PNS untuk taat terhadap aturan dan ketentuan yang ada. Disamping itu kami berharap PNS bisa berhemat dan tidak berpergian menggunakan mobil dinas diluar jam dinas," tegasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tepatnya pada SPBU 44.50508 yang terletak di Jalan Diponegoro Ungaran diketahui bila hingga Rabu (1/8) sore belum ada mobil dinas yang masuk ke SPBU untuk mengisi BBM. Terlepas dari situasi tersebut, pihak manajemen telah menginstruksikan petugas dan karyawan SPBU untuk menjalankan ketentuan yang berlaku tanpa memihak pada siapa pemegang kendaraan dinas yang mengisi BBM.

"Kami telah melakukan sosialisasi dengan memasang spanduk berisi imbauan penggunaan pertamax untuk kendaraan dinas pemerintahan, TNI, Polri, BUMN, dan BUMD. Spanduk tersebut dipasang di lingkungan SPBU," kata pengawas SPBU, Agus Darmadi.


Sumber | suara merdeka

UNGARAN: Perusahaan Berpotensi Tak Bayar THR

perusahaan di Kabupaten Semarang
UNGARAN. Sekitar 560 perusahaan di Kabupaten Semarang berpotensi tidak membayar tunjangan hari raya (THR) untuk karyawannya. Kondisinya diperparah dengan sistem pengawasan pemberian THR di Kabupaten Semarang yang kurang optimal. Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Semarang, Romlah, dikonfirmasi melalui Kepala Bidang PHI dan PKK Agus Saryanto, mengatakan, total perusahaan di Kabupaten Semarang ada 747 unit, namun 75 persen di antaranya merupakan usaha kecil dan menengah (UKM).

Kebanyakan perusahaan yang tidak membayarkan THR merupakan UKM, karena pengelolaannya dilakukan secara kekeluargaan. "Agar tenaga kerja bisa mendapatkan haknya, kami sudah melakukan pengawasan terhadap sejumlah perusahaan sejak sepekan terakhir. Namun, karena tidak ada anggaran pengawasan, maka tidak bisa seluruhnya," katanya, kemarin. Karena itu, Disnakertrans Kabupaten Semarang terpaksa memilih perusahaan secara acak untuk mewakili sampel.

sumber | suara karya

Thursday, July 26, 2012

FPI Tidak Terdaftar di Kesbangpol Kabupaten Semarang

Kabupaten Semarang
Peta Kabupaten Semarang
UNGARAN, - Data dari Kesbangpol Kabupaten Semarang menyebutkan, sampai saat ini keberadaan organisasi massa (ormas) Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Semarang belum ada di data Pemkab Semarang. Hal tersebut ditandaskan oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Semarang, Purbatinhadi, saat ditemui di kantornya, Rabu (25/7).

"Hingga saat ini belum ada ormas yang terdaftar di wilayah Kabupaten Semarang. Kalaupun ada mereka bukan ormas, melainkan LSM dan yayasan," tandasnya.

Menurutnya, bila mengacu pada ketentuan pemerintah, ormas harus memiliki perwakilan sekurang-kurangnya setengah dari jumlah kecamatan dalam satu kabupaten. Dengan kata lain, bila ingin mendirikan ormas di Kabupaten Semarang, maka sekurang-kurangnya suatu ormas harus memiliki massa atau perwakilan yang tersebar di 10 kecamatan dari total 19 kecamatan se Kabupaten Semarang.

"Jika jumlahnya kurang dari setengah jumlah kecamatan berarti tidak bisa dikatakan ormas. Namun bila menghendaki berarti harus berusaha mendapatkan rekomendasi kegiatan ormas dari masing-masing kecamatan. Rekomendasi tersebut nantinya akan memaparkan wilayah jangkauan kerja dan identitas ormas," ujarnya.

Berdasarkan pantauannya, ormas yang mengatasnamakan pihaknya FPI Jawa Tengah memang benar. Hal tersebut dibuktikan dengan data yang menerangkan bila, Minggu (24/6) lalu bertempat di Ponpes An Najiyah, Dusun Kemuning, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang telah berlangsung rapat tertutup terkait pembentukan FPI wilayah Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut diketahui ada sekitar 26 perwakilan yang hadir, di antaranya perwakilan dari Kabupaten Semarang, Temanggung, Magelang, Brebes, dan Kabupaten Purworejo.

"Rapat tertutup tersebut menghasilkan beberapa poin, diantaranya draf kepengurusan FPI wilayah Jawa Tengah yang akan dideklarasikan di Lapangan Simpang Lima Semarang. Sedangkan sekretariatnya akan ditempatkan di Ungaran. Saat itu panglima FPI KH Rofi'i mengatakan, pembentukan FPI wilayah Jawa Tengah memang sudah direncanakan sejak 12 tahun lalu dengan alasan banyaknya tempat maksiat di berbagai tempat," papar Purbatinhadi.

Dia mengatakan setelah rapat tersebut pihak FPI di tempat yang sama pada awal bulan Juli diketahui mengadakan pengajian akbar bertepatan harlah PPP. Terpisah saat ditemui kemarin, KH Rofi'i mengatakan bila pihaknya menemukan kemungkaran akan memberantasnya sesuai dengan kemampuan sekaligus sesuai dengan aturan yang disampaikan oleh alim ulama dan hadis.

Sumber | Suara Merdeka

Jalur Bawen Ungaran Macet Total, akibat Kecelakaan Karambol

Kab Semarang . Jalur Bawen-Ungaran yang macet total akhirnya bisa dilalui setelah proses perobohan jembatan penyeberangan hampir selesai...