Showing posts with label Bandungan. Show all posts
Showing posts with label Bandungan. Show all posts

Wednesday, September 5, 2012

Tertangkap Tangan Saat Transaksi Upal di Sebuah hotel Di Bandungan

uang palsu
UNGARAN. Jajaran Unit I Satreskrim Polres Semarang mengungkap jaringan pengedar uang palsu (upal). Pengungkapan ini dilakukan polisi dengan menyamar menjadi salah satu pembeli.

Selain mengamankan upal senilai Rp 15 juta lebih, polisi juga mengamankan Satun (37), warga Tempuran RT 2 RW 3 Kelurahan/Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Tersangka tertangkap tangan saat transaksi yang dilakukan dilakukan di sebuah kamar di Hotel Tri Kusuma, Bandungan, Kabupaten Semarang.

Kapolres Semarang, AKBP IB Putra Narendra mengatakan, terungkapnya kasus peredaran uang palsu di wilayah hukum Polres Semarang bermula dari informasi masyarakat.

“Ada informasi kecurigaan masyarakat terhadap seseorang yang membawa upal. Belakangan diketahui upal ini untuk diperjualbelikan,” ungkap Narendra.

Terkait laporan ini, Polres Semarang segera menurunkan anggota Unit I Reskrim yang kemudian menyamar menjadi pembeli upal tersebut. Polisi pun menghubungi pelaku untuk bertransaksi di hotel Tri Kusuma, Bandungan.

“Saat tersangka mengeluarkan upal, polisi langsung meringkusnya,” lanjut Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Agus Puryadi.

Dari tangan tersangka polisi berhasil menyita barang bukti upal pecahan Rp 50 ribu senilai Rp 15.100.000, pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 400.000 dan sejumlah kertas bahan upal.

Sumber |  ROL

Monday, August 13, 2012

Banser Berjaga, GPK Gelar Aksi

Gerakan Pemuda Ka'bah
Ilustrasi
KAB. SEMARANG – Kurang lebih 200-an anggota Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK), Pada Hari Minggu (12/8/2012) siang menggelar pawai simpatik di sejumlah tempat hiburan dan lokalisasi di Kabupaten Semarang. Kegiatan yang santer dikabarkan sebagai aksi sweeping tersebut nyaris berbenturan dengan puluhan anggota Bantuan Serbaguna (Banser) yang sejak pagi berjaga di kawasan wisata Bandungan, kabupaten Semarang.

Beruntung aparat dari kepolisian Resor Semarang yang diterjunkan ke lapangan berhasil memisahkan kedua ormas tersebut sehingga bentrokan dapat dihindari. Hasil pantauan di lapangan, laskar GPK yang berpakain serba hitam bertuliskan 'GPK Jibril Divisi Merbabu' itu memulai aksinya dari lapangan Desa Mendut menuju lokalisasi Sukosari (Gembol) dan Tegalpanas. Selanjutnya melewati Lemah Abang menuju Bandungan dengan menumpang belasan mobil dan puluhan sepeda motor.

Ketua GPK Jawa Tengah KH Syihabudin menilai terlalu berlebihan bila masyarakat menilai aksi ini sebagai aksi sweeping. Menurutnya, aksi meluruskan Surat Edaran Bupati tentang Larangan Buka sejak H-7. "Sifatnya pun kami memberikan imbauan kepada pemilik hotel, tempat hiburan, dan warung agar menghormati bulan suci Ramadhan. Jika ada warung yang buka siang hari, maka kami mengingatkan untuk menutup sebagian agar tidak terlihat jelas dari luar," katanya Syihabudin.

"Kami menyayangkan adanya Banser di sejumlah titik lokasi, harusnya mereka berjaga-jaga di gereja, wihara, dan keramaian bukan di tempat hiburan atau maksiat. Jelas aneh bila ada Banser di bulan suci Ramadan yang bertugas di tempat hiburan," tegasnya.

Sementara itu Wakil Komandan Banser Desa Karangtopo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Ahmad Munif saat ditemui wartawan mengatakan, keberadaan pihaknya di Bandungan karena adanya permintaan untuk bergabung mengamankan kawasan tersebut. "Keberadaan kami di Bandungan hanya untuk diperbantukan mengamankan dan menjaga suasana tentram kondusif," ujar Ahmad Munif.


Sumber | Kompas

Tuesday, August 7, 2012

Gerakan Pemuda Ka’bah Kab Semarang Ditangkap Petugas

Bandungan. Kab semarang. - Diduga akan melakukan sweeping terhadap warung-warung yang masih buka di kawasan Bandungan Kabupaten Semarang, puluhan pemuda yang mengatasnamakan GPK (Gerakan Pemuda Ka’bah) terpaksa ditangkap petugas karena didapati bawa senjata tajam jenis parang yang disimpan di bawah jog tengah mobil yang di bungkus bendera ormas.
Gerakan Pemuda Ka’bah Kab Semarang Ditangkap Petugas

Penangkapan puluhan massa Gerakan Pemuda Ka’bah tersebut dipimpin langsung Kabag Ops Kompol Sugandi setelah mendapatkan informasi kalau ada pergerakan dari organisasi masyarakat yang melakukan sweeping rumah-rumah makan dan tempat hiburan di kawasan Bandungan kab semarang.

“Mereka terpaksa kita amankan dikarenakan kepemilikan senjata tajam jenis parang yang disimpan di bawah jog tengah mobil yang di bungkus bendera. Ormas Gerakan Pemuda Ka’bah ini rencananya akan melakukan sweeping ke berbagai tempat yang menurut mereka tidak menghargai keberadaan bulan ramadhan, seperti masih banyaknya warung makan yang buka di siang hari, dan hotel hotel yang di buat mesum,” ujar Sugandi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya terkait kepemilikan senjata tajam, belasan ormas tersebut diminta membuat surat pernyataan oleh polisi yang berisikan jika mengulangi perbuatan serupa akan diproses secara hukum yang berlaku,  karena belum cukup bukti tentang penggunaan sajam tersebut, belasan Gerakan Pemuda Ka’bah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing

Friday, August 3, 2012

Warga Bandungan Kab. Semarang, Siaga Hadang FPI

Bandungan
GAPURA LINGKUNGAN: Sejumlah warga Bandungan melintasi gapura lingkungan yang dibangun dengan dana swadaya masyarakat setempat, . (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Bandungan. kab. Semarang. - Ratusan warga Bandungan, Jawa Tengah, Rabu (1/8) malam hingga Kamis (2/8) dini hari siaga. Mereka berjaga-jaga menghadang FPI yang isunya akan melakukan sweeping ke obyek wisata itu.

Sejumlah hotel dan tempat hiburan tutup lebih awal pukul 21.00. Padahal dalam surat edaran bupati, ketentuan buka pada bulan ramadhan dimulai pukul 20.00 hingga 24.00. Keputusan tutup lebih awal dilakukan sejumlah pengusaha menyusul adanya kabar Front Pembela Islam (FPI) Jateng sedang menggelar rapat di Mapagan Ungaran Barat yang dilanjutkan dengan aksi sweeping tempat hiburan di kawasan Bandungan.

Sejumlah anggota kepolisian juga disiagakan di dua tempat yaitu Bandungan dan Mapagan tempat berlangsungnya rapat FPI. Selain itu sepanjang jalur perlintasan yang akan dilewati disebar polisi berpakaian preman.

Hasil pantauan di lapangan mulai dari kawasan Lemah Abang Bergas hingga ke Bandungan, sejumlah hotel dan tempat hiburan nampak sudah tutup sejak pukul 21.00. Sejumlah warga nampak bergerombol di beberapa tempat terutama di depan hotel, panti mandi uap dan sejumlah karaoke serta di ujung-ujung gang.

“Sengaja kami tutup karena ada informasi FPI sedang rapat di Ungaran dan akan melakukan sweeping tempat hiburan. Informasi dari kepolisian FPI sedang ada kegiatan, dari pada ada gesekan lebih baik di tutup saja. Akhirnya kita tutup. Kita melakukan ini semua untuk menjaga aset kami, tempat kami mencari nafkah agar tidak menjadi sasaran perusakan,” ujar owner karaoke Paradise Bandungan, Jalidin melalui humas, Budi Nugroho, 36. 

Lebihlanjut Budi mengatakan bahwa adanya isu tersebut sangat meresahkan masyarakat terutama pengusaha dan karyawan tempat hiburan. Semestinya pemerintah bisa mengambil langkah agar para pengusaha bisa leluasa dalam menjalankan roda bisnisnya. Pasalnya menurut Budi selama ini sejumlah pengusaha telah melakukan kewajibannya termasuk dalam menjalankan surat edaran bupati terkait jam operasional dalam bulan ramadhan.

“Kita sudah mematuhi aturan yang ada, tetapi kenyataannya kita malah dibuat resah oleh isu sweeping ormas. Semestinya ada tindakan dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini. Percuma saja ada surat edaran tersebut kalau masih seperti ini,” ujarnya.  

Sementara itu Ketua Majelis Syuro FPI Jateng, Habib Ahmad Zaim Alatas mengatakan, dala rapat hanya mengagendakan menyusun kelengkapan pengurus FPI. Dalam rapat tersebut hadir sejumlah tokoh FPI dari Temanggung, Magelang, Sragen dan Pekalongan.

"Tidak ada rencana sweeping. Malam mini kami rapat untuk membahas kelengkapan susunan kepengurusan FPI Jateng. Kami menyayangkan pandangan masyarakat yang mengidentikan FPI dengan kekerasan dan anarkhis. Padahal apa yang dilakukan FPI memiliki dasar kaidah hukum syariat. Berdirinya FPI Jateng juga untuk menegakan syariat,” tandasnya sembari mengatakan rencananya kepengurusan FPI segera dideklarasikan sebelum Muharam di Semarang oleh Habib Rizieq.

Menurut Camat Bandungan, Nanang Septiono,  pihaknya sempat melakukan pantauan diwilayahnya dan mendapati ratusan warga berjaga-jaga karena ada isu sweeping dari ormas. “Entah isunya dari mana. Saya himbau warga tetap tenang,” imbuh Nanang.




Sumber | JPNN

Thursday, July 26, 2012

GPK Jateng: Siap "Sweeping" Bandungan kab Semarang

bandungan kab semarang
Belasan warga Lingkungan Junggul, Bandungan, Kabupaten Semarang melakukan penjagaan di jalan masuk lingkungan, Selasa (24/7) malam. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Bandungan. Kab. Semarang. - Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Jawa Tengah memperingatkan pemerintah dan pihak kepolisian agar konsisten menegakkan aturan terkait operasional tempat-tempat hiburan selama bulan Ramadhan.

Apabila aparat abai ataupun melakukan pembiaran, maka ormas-ormas Islam terpaksa melakukan sweeping atau penyisiran.
"Kalau suara ulama didengarkan oleh pemerintah dan polisi, kami tak perlu sweeping. Sebab, saat ini kemungkaran seolah menantang di depan mata," kata Sekretaris Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) GPK Jawa Tengah, M Teguh Santoso, saat ditemui di Markas GPK di Jatisari Ungaran, Rabu (25/7/2012) siang.

Di tempat yang sama, Sekretaris GPK Jateng Mustafid membantah bahwa pihaknya akan melakukan sweeping di Bandungan, seperti santer diberitakan hari ini. Ia meyakinkan bahwa agenda GPK sejauh ini masih berupa pantauan tempat hiburan bukan sweeping. Namun, apabila ditemukan pelanggaran, pihaknya tak segan akan turun ke lapangan melakukan penertiban.

"Sebelumnya kami sudah mengirim surat imbauan pemuliaan Ramadhan kepada Bupati Semarang agar tempat hiburan dan lokalisasi tutup selama Ramadhan," kata Mustafid.

Dikabarkan, Selasa (24/7/2012) malam hingga Rabu pagi, ratusan warga di kawasan wisata Bandungan, Kabupaten Semarang, melakukan penjagaan di semua jalan masuk lingkungan, menyusul adanya sweeping warung makan dari FPI Cabang Jateng, Selasa siang kemarin. Suasana makin mencekam lantaran beredar isu akan ada sweeping susulan dari GPK pada Rabu malam, meski kenyataannya tidak terjadi.


Sumber | Kompas

Jalur Bawen Ungaran Macet Total, akibat Kecelakaan Karambol

Kab Semarang . Jalur Bawen-Ungaran yang macet total akhirnya bisa dilalui setelah proses perobohan jembatan penyeberangan hampir selesai...