Showing posts with label Kab.Semarang. Show all posts
Showing posts with label Kab.Semarang. Show all posts

Wednesday, September 25, 2013

Jalur Bawen Ungaran Macet Total, akibat Kecelakaan Karambol


kecelakan depan pasar babadan
Kab Semarang. Jalur Bawen-Ungaran yang macet total akhirnya bisa dilalui setelah proses perobohan jembatan penyeberangan hampir selesai. Jalan dibuka satu jalur untuk digunakan dua arah pada pukul 14.15 WIB.

"Ini sudah mulai dibuka, tapi masih satu jalur," kata Kasatlantas Polres Semarang AKP Gusman Fitra di lokasi tabrakan, Babadan, Kabupaten Semarang, Rabu (25/9/2013).

Saat ini puing-puing jembatan diletakkan di jalur arah menuju Kota Ungaran yang masih ditutup. Rencananya kurang dari satu jam, jalan akan dibuka total jika puing-puing tersebut sudah dipindahkan ke tempat lain.
                        kecelakan depan pasar babadan
"Ya mungkin setengah jam lagi baru bisa di buka total," pungkasnya.

Kemacetan Dari Terminal Bawen Hingga pasar Babadan , dan Hungarian sampai babadan yaitu kini mulai terurai. Sopir-sopir truk yang tadinya menunggu di warung berlarian menuju kendaraannya ketika polisi memberi tanda jalan sudah dilewati.

Kemacetan tersebut merupakan dampak dari kecelakaan maut truk Fuso bernomor polisi N 8175 UP yang dikemudikan Nasim sekitar pukul 17.00 sore kemarin. Truk pengangkut pasir besi yang melaju dari arah Solo itu menabrak mobil Kijang, travel, pick up, dan sepeda motor Mio.

Tidak hanya itu, akibat hantaman keras dengan kendaraan yang terlibat kecelakaan, jembatan penyebrangan di depan pasar Babadan menjadi miring dan terpaksa harus dirobohkan.


Hingga Sore Jam 6 tadi Jalan menuju semarang masih macet Hingga Pintu Tol Bawen kab semarang

Gara-gara rem blong, sebuah truk menabrak 4 mobil, 1 motor, dan jembatan penyebrangan di jalur semarang-jogja-solo. Akibatnya 2 orang tewas tergencet badan kendaraan. Saksikan tayangannya di "Reportase Malam" pukul 00.21 WIB Hanya di Trans TV


Sumber: DetikNews

Sunday, September 15, 2013

Jalur Ungaran - Bawen Sudah Dimulai betonisasi

Betonisasi pertigaan tol bawen
Bawen. Kab Semarang.- Beberapa titik kemacetan akan terjadi di JL menuju semarang dari arah solo/Jogja, treaty di jalan besar Ungaran-Bawen. Penyebabnya akan dilakukan perbaikan kualitas jalan berupa betonisasi dari Taman Unyil hingga arah Bawen. Untuk di bawen sudah dimulai betonisasi dari tanjakan sebelum terminal bawen dari arah surakarta, namun hingga saat ini belum tampak kemacetan parah terjadi, jika di bandingkan dengan betonisasi sebelumnya di tanjakan depan pom bensin bawen Kab semarang.

Hal ini disampaikan Koordinator Proyek Peningkatan Jl Banyumanik-Bawen, Johan Arifin dalam rapat koordinasi dengan berbagai pihak di Polres Semarang, Senin (9/9/2013).

"Setelah selesai pengerjaan U-turn di Pundak Payung, dua hari ke depan dilakukan peningkatan kualitas jalan dari Taman Unyil ke bawah sepanjang 425 meter," ujarnya.

Pengerjaan, lanjut Johan, akan dimulai sisi kiri dari Semarang-Bawen. "Sisi kiri dulu agar tidak terjadi kemacetan parah," ujarnya.

Johan berharap pengendara teratur ketika terjadi pengalihan jalan. "Kadang bus suka nyerobot jadi malah terjadi kemacetan parah," ujarnya.

Sementara itu pihak Satlantas Polres Semarang akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan bus dan kendaraan kecil dari Bawen lewat Cisemut kemudian tembus Tamab Unyil. Sementara truk tetap dilewatkan jalur Bawen-Ungaran.

"Ada sistem buka tutup ketika sisi kiri dikerjakan seperti saat di Bawen," ujat Mujiyono, KBO Satlantas Polres Semarang.

Staf bagian Proyek PT Trans Marga Jateng, Indroyono mengatakan tol Ungaran-Bawen tidak akan dibuka meski ada pengerjaan tersebut.

"Kami sedang menyempurnakan setelah dibuka untuk lebaran kemarin. Kami targetkan Oktober untuk proses penyerahan dari kontraktor ke pihak kami. Jadi kemungkinan tidak akan dibuka," ujarnya.

Saran dari kami harap hati-hati apabila anda sedang melintas di jalur ungaran-bawen pada saat pengerjaan proyek tersebut, karena di daerah tersebut di hari2 biasa saja banyak keluar masuk mobil dari pabrik, karena memang banyak pabrik di daerah tersebut, dan lagi banyak pengendara sepeda motor pada saat jam 6-8 pagi, sehingga usahakan tetap berjalan pada jalur jangan sampai mendahului dengan melewati marka, hal itu selain melanggar lalu lintas juga menambah resiko kecelakaan.

Saturday, November 17, 2012

Panwaslu Kabupaten Semarang belum punya kantor..

Kabupaten Semarang
UNGARAN. Kabupaten Semarang: Menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2013 serta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, ternyata Pantia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Semarang sampai sekarang belum juga memiliki kantor sekretariat tetap.

"Padahal, keberadaan kantor penting untuk operasional para anggota Panwaslu yang telah dilantik beberapa waktu lalu," ujar Ketua Divisi SDM dan Kelembagaan Panwaslu Kabupaten Semarang, Mardoyo, Jumat (16/11).

Selain dirinya, ada dua anggota Panwaslu lain meliputi Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Agus Riyanto, dan Anggota Divisi Penanganan Pelanggaran, Bambang Purwanto. Sehubungan hal itu, pihaknya akan segera menghadap Bupati dan Sekda Kabupaten Semarang, untuk meminta fasilitas kantor kesekretariatan.

Disamping memerlukan sebuah kantor sekretariat, menurut Mardoyo, Panwaslu Kabupaten Semarang juga butuh dukungan tenaga kesekretariatan yang biasanya diambilkan dari pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkab Semarang.

Terlepas dari keterbatasan tadi, Panwaslu Kabupaten Semarang akan langsung bergerak cepat agar memenuhi jadwal kegiatan yang sangat mendesak. Termasuk mengejar ketertinggalan beberapa tahapan pemilu yang sudah berjalan.

"Yang pertama kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Semarang terkait pengadaan kantor sekretariat dan pembentukan pegawai sekretariat. Kemudian berkoordinasi dengan stakeholder. Setelah itu baru mengarah ke perekrutan panitia pengawas kecamatan (Panwascam) karena deadline 10 Desember 2012 mereka harus sudah dilantik," jelasnya. (Pudyo Saptono)

Sumber | Suara karya

Saturday, November 10, 2012

Beberapa Sebab Kemacetan Ungaran-Bawen

pasar karangjati
Bergas Kab. Semarang - Volume kendaraan bukan merupakan satu-satunya penyebab kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang Jalan Diponegoro, Ungaran sampai Pasar Karangjati, Kabupaten Semarang.

Seperti halnya yang terjadi Sabtu (10/11) siang menjelang sore ini. Kemacetan hari ini lebih disebabkan karena ramainya pertigaan atau perempatan akses jalan ke beberapa wilayah di Kabupaten Semarang oleh angkutan umum.

Menurut salah satu petugas dari Polsek Bergas, Bribtu Supeno, yang gerjaga di pos polisi, kemacetan akan diperparah lagi dengan tibanya jam bubaran pabrik. "Puncak macet sekitar pukul empat sampai enam sore, yang sekarang belum seberapa," kata Supeno.

Karena kemecetan itu, laju kendaraan baik dari arah Semarang ke Solo atau sebaliknya menjadi tersendat. Kemacetan baru bisa diurai menjelang tanjakan Bawen. Selebihnya lalu-lintas lancar sampai kota Salatiga.

Sumber | sm

Thursday, November 8, 2012

Pabrik jamu Sido Muncul Bergas, Kab Semarang Diduga Limbahnya cemar

pagar Sisi Pt Sido Muncul kab semarang
Penyidik lingkungan dari BLH Provinsi Jateng, BLH kabupaten Semarang beserta Komisi C DPRD kabupaten Semarang mengambil sample limbah cair PT Sidomuncul, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (06/11/2012)
Bergas Kab Semarang - Mencuatnya kabar tentang dugaan pencemaran limbah cair pabrik jamu Sido Muncul Bergas, Kabupaten Semarang, langsung ditanggapi oleh pihak terkait. Selasa (06/11/2012) kemarin, tim gabungan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Tengah dan BLH Kabupaten Semarang beserta Komisi C PRD setempat meninjau lokasi, dan mengambil sampel air di area persawahan warga.

Petugas penyidik BLH Propinsi Jawa Tengah, Sisbambang mengatakan, pengujian terhadap sampel air limbah baru dapat diketahui hasilnya dua pekan ke depan. "Untuk tingkat keasaman atau PH dan suhu udara kondisinya dinyatakan aman. Namun, untuk kandungan lainnya perlu pembuktian uji laboratorium," kata Sisbambang, saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Mas'ud Ridwan meminta agar LH obyektif dalam melakukan penelitiannya. Terlepas dari itu, pihaknya juga berharap perusahaan memperhatikan aspek lingkungan terutama kepada warga yang terkena dampak limbah yang diduga berasal dari PT Sido Muncul.

"Bila terbukti pencemaran tersebut berasal dari PT Sido Muncul kami pun mendesak pihak perusahaan untuk memberikan kompensasi kepada warga serta memperbaiki jaringan IPAL," ungkap Masud.

Dikabarkan sebelumnya, pencemaran limbah cair Sido Muncul mencemari sumber air dangkal dan area persawahan di Dusun Kalisori, Desa Diwak, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Selain sumur, pencemaran diduga mengakibatkan beras produksi petani tidak layak konsumsi. 

Sumber | Kompas

Saturday, November 3, 2012

Langkah Bupati Diapresiasi Lemah Ireng

tol bawen kab semarang
Bawen. Kab Semarang - Rencana Bupati Semarang, Mundjirin akan membeberkan hasil penilaian tim appraisal independen yang berisi penetapan harga ganti rugi pembebasan lahan milik warga terkena proyek (WTP) mendapat apresiasi dari warga Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.

Menurut kuasa hukum WTP Lemah Ireng, Heri Sulistiyono, langkah tersebut merupakan bentuk dukungan Bupati Semarang kepada 47 WTP yang hingga kini masih menolak konsinyasi yang ditetapkan pemerintah. "Rencana tersebut membuat emosi warga Lemah Ireng sedikit menurun. Pasalnya, emosi warga sempat meninggi karena Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang menolak gugatan warga," kata Heri, Jumat (2/11).

Untuk menjawab permintaan Bupati tentang janjinya hendak membeberkan isi penilaian tim appraisal independen bila diminta warga, dirinya berencana akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan WTP guna keperluan menyusun jadwal pertemuan WTP dengan Bupati Semarang.

"Yang pasti saya akan berkoordinasi dahulu pada kedua belah pihak, yakni warga dan Bupati. Secara prinsip, kami mengapresiasi keberanian Bupati membuka hasil penilaian appraisal. Harapannya dalam penyelesaian kasus Lemah Ireng, Bupati selalu berpihak pada warga," jelasnya.

Dihubungi terpisah melalui sambungan telepon, Kepala Desa Lemah Ireng Trimanto menegaskan bila teror yang dilakukan oknum pamong desa yang berinisial SL dan KS tidak benar. Dirinya mengaku sudah menelusuri informasi tersebut, namun belakangan tidak terbukti. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar mengabaikan teror yang sifatnya mengintimidasi warga untuk melepaskan tanahnya guna keperluan proyek jalan tol.

"Informasi tersebut tidak benar, pasalnya dari penulusan kami di lapangan ternyata hasilnya nihil. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan saya menghimbau warga tidak terpancing isu atau teror yang dilakukan orang yang tidak bertanggungjawab. Jika ada informasi, sebaiknya dilaporkan kepada kami untuk ditindaklanjuti," tandasnya.

Sementara itu, menyikapi perkembangan konflik di Lemah Ireng, Plt Camat Bawen, Imanun Ciptadi bersama Rois Syuriah NU MWC Bawen, KH Ahmad Dawam menggelar istigosah di Masjid Baittul Izzah. Kegiatan tersebut dihadiri Danramil Bawen, perwakilan petugas dari Polsek Bawen, dan sekitar 200 warga masyarakat Bawen

Sumber | SM

Thursday, November 1, 2012

Lemah Ireng bawen Kab semarang Mendapat Teror

tol Semarang Solo
BAWEN, Kab Semarang - Sejumlah warga terkena proyek (WTP) pembangunan jalan tol Semarang Solo sesi II Ungaran Bawen dari Desa Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang yang menolak konsinyasi kembali mendapatkan teror dari oknum pamong desa dan organisasi massa tertentu.

Dikatakan Ketua RW 03 Desa Lemah Ireng, Kusman Sutiyono, teror tersebut salah satunya berisi mendesak warga menyerahkan lahannya untuk pembangunan jalan tol.

"Permintaan dari oknum disertai dengan ancaman. Salah satunya, warga yang tidak bersedia menyerahkan lahan atau tanahnya ke depan tidak akan memperoleh pelayanan administrasi dari pemerintah desa. Untuk itu, WTP yang masih tersisa diminta segera mengambil uang konsinyasi pembayaran ganti rugi jalan tol," katanya kepada wartawan, Kamis (1/11).

Dijelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya diketahui dua kali didatangi oknum pamong desa yang berinisial SL dan KS. Hal serupa juga dialami sejumlah Ketua RW di Lemah Ireng dimana WTP tinggal. Walaupun mendapat teror dari oknum tidak bertanggungjawab, dirinya bersama warga mengaku tidak akan terpengaruh dengan tekanan tersebut.

WTP tetap pada sikapnya, yakni menuntut pemerintah bersikap transparan bersedia memperlihatkan hasil penilaian tim appraisal independen yang telah ditunjuk sebelumnya terkait penetapan harga ganti rugi. "Selain pamong desa, ada pula sejumlah orang yang belakangan diketahui merupakan anggota ormas berperawakan layaknya preman yang mendatangi WTP. Namun ketika didesak untuk menunjukkan identitas, mereka tidak mau," papar Kusman.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Semarang, Mundjirin mengaku prihatin atas adanya oknum pamong desa yang berani mengeluarkan ancaman kepada WTP. Terkait dengan tuntutan WTP tentang pemberitahuan hasil penetapan nilai ganti rugi lahan dari tim appraisal independen, pihaknya berjanji akan membeberkan hasilnya asalkan warga bersedia datang sendiri meminta kepada Bupati.

"Pembebasan lahan tidak perlu dilakukan dengan ancaman. Biarlah selegawa yang bersangkutan dalam hal ini WTP itu sendiri, yang penting semuanya harus sesuai ketentuan yang ada. Terkait hasil penilaian tim appraisal, datanya sudah saya pegang. Bagi warga Lemah Ireng yang ingin melihat silahkan datang temui saya" jelas Bupati.

Pihaknya berharap, dengan diberitahukannya hasil penilaian tim appraisal, warga bisa legawa, sehingga proses pembebasan lahan pembangunan jalan tol di wilayah Lemah Ireng bisa lancar tanpa kendala.

Sumber | SM

Saturday, October 20, 2012

Jawa Tengah Siapkan Swasembada Daging Tahun 2014

TINJAU PETERNAKAN: Gubernur Jateng Bibit Waluyo meninjau peternakan domba di Desa Wonokerto Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Sabtu (20/10). (suaramerdeka.com / Moch Kundori)
TINJAU PETERNAKAN: Gubernur Jateng Bibit Waluyo meninjau peternakan domba di Desa Wonokerto Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Sabtu (20/10). (suaramerdeka.com / Moch Kundori)
Ungaran. Kab Semarang - Provinsi Jateng diminta pemerintah pusat untuk meyiapkan sebagai daerah swasembada daging pada tahun  2014. Segala persiapan sudah dilakukan di antaranya memelihara sapi pejantan unggulan yang nantinya akan disuntikkan kepada sapi betina lokal guna mempercepat populasi sapi.

Hal itu disampiakan Gubernur Jateng Bibit Waluyo usai pencanganan program Desa Wonokerto Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang sebagai sentra domba di desa tersebut, Sabtu (20/10. Gubernur didampingi istri Sri Bibit Waluyo dan Bupati Semarang Mundjirin meninjau langsung peternakan domba yang dikembangkan para pemuda desa itu.

"Pemprov Jateng saat ini memelihara sapi pejantan unggulan berjumlah 50 orang di Ungaran. Dari sapi itu nantinya spermanya akan dimabil dan disuntikkan kepada sapi betina lokal sehigga populasinya bisa meningkat mencapai 70 persen pada tahun depan. Saat ini jumlah sapi di Jateng mencapai 2,2 juta ekor," kata Bibit.

Berkaitan dengan swasembada daging itu, Bibit menyebut, Pemprov Jateng akan meminta kepada Presiden RI untuk bisa membantu mendirikan Rumah Pemotongan Hewan di Jateng. Sebab sejauh ini, sapi-sapi dari Jateng dikirm ke Jakarta dalam wujud sapi hidup dan kemudian dipotong di sana.

"Kami meminta babak Presiden RI agar Jateng dibangunkan  RPH moderen. Jadi harapannya dengan RPH ini nanti para peternak ke Jakarta menjual daging bukan sapi. Dengan  sapi dijual di Jateng harapnnya masyarakat  di daerah ini bisa lebih banyak mendapat manfaatnya," tuturnya.

Manfaat yang dimaksud, lanjut Bibit, misalnya kulit sapinya nanti bisa diberdayakan sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Begitu juga tulang sapi akan dihancurkan untuk pupuk. "Jadi kehadiran RPH modern nanti akan membawa manfaat terutama membuka lapangan pekerjaan. Kami berharap tahun 2013 ini semua bisa terealisasi," katanya.

Sumber | SM

Tuesday, October 16, 2012

Ungaran: Firnanda Lumpuh,tak sanggup lagi membayar biaya rumah sakit

Irham Rama Firnada
Irham Rama Firnada (10) dipangkaun ibunya, Nurul Hidayati (28) warga Jatisari, Ungaran kabupaten Semarang menderita osteoporosis sejak kecil. Rama berasal dari keluarga miskin sangat membutuhkan uluran tangan.
UNGARAN, Kab Semarang - Tak bisa dibayangkan bagaimana kesedihan yang dialami pasangan suami istri, Suronotoyo (32) dan Nurul Hidayati (28) warga lingkungan Jatisari kelurahan Gedanganak, Kabupaten Semarang ini.

Bagaimana tidak? Irham Rama Firnanda (10) anak sulung mereka sejak kecil telah mengidap penyakit yang aneh. Perkembangan fisiknya tidak normal, sehingga hari-harinya hanya terkapar di pembaringan tanpa mampu berbicara.

"Satu-satunya perkataan yang jelas hanya mbah dan ma'em. Selebihnya hanya menangis saja," kata Nurul, saat KOMPAS.com bertandang di rumahnya.

Rama lahir dalam kondisi prematur, kata Nurul. Namun demikin kondisi putranya tampak normal dengan bobot 1,5 kilogram. Keanehan baru terhihat saat Rama berusia genap satu tahun. Berat dan kemampuan motoriknya jauh tertinggal dengan anak seusianya.

"Saat itu belum bisa tengkurap, bersuara pun sulit. Pada waktu diperiksakan ke RSUD Ungaran, kata dokter anak saya mengidap pengeroposan tulang," kata Nurul.

Ironisnya, dengan kondisi Rama yang tak normal, orangtuanya justru menghindari dokter dan rumah sakit untuk mengobati Rama. Nurul berdalih, sudah tak sanggup lagi membayar biaya rumah sakit ataupun dokter. Pasalnya, penghasilan suaminya sebagai sopir angkutan kota hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

"Pernah tahun 2005 kami rutin memeriksakan Rama ke RSUD Ungaran. Seminggu dua kali, dengan biaya Rp 400.000 sekali periksa, belum termasuk obatnya. Itu hanya bertahan setahun. Setelah itu kami beralih kepengobatan alternatif yang lebih murah. Alhamdulillah, Rama sekarang sudah bisa tengkurap sendiri," ungkap Nurul.

Tak terhitung berapa puluh pengobatan alternatif yang ia datangi hingga saat ini, dengan harapan agar anaknya sembuh. Nurul juga membantu suaminya untuk mengumpulkan biaya pengobatan dengan berjualan makanan kecil di sebuah pabrik garmen. "Kami ingin sekali Rama tumbuh normal dan bisa bersekolah," kata Nurul, sambil bertanya bagaimana caranya meminta bantuan dari pemerintah.

Saat ditanyakan tentang Jamkesmas maupun Jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Nurul hanya menggelengkan kepala, sembari menjawab pendek. "Saya tidak paham."


Sumber | Kompas

Friday, September 7, 2012

Masalah Tenaga Kerja di Kab Semarang Seperti Benang Kusut

ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Semarang
(ilustrasi)
Kab. Semarang. - Permasalahan ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Semarang tak ubahnya seperti ‘benang kusut’ yang rumit untuk diurai.

Di luar kebijakan makro ketenagakerjaan yang masih banyak dipersoalkan, daerah ini juga menghadapi masalah minimnya infrastruktur pengawasan hubungan industrial.

Tak pelak sistem supervisi—yang menjadi ujung tombak—untuk meminimalisir permasalahan industrial antara pekerja dan pengusaha pun melempem. Buntutnya, persoalan ketenagakerjaan seperti tidak akan pernah habis di Kabupaten Semarang.

Hal ini terungkap dalam Seminar Regional “Mengurai Benang Kusut Masalah Ketenagakerjaan di Kabupaten Semarang” yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Semarang, Selasa (4/9).

Kasi Kelembagaan dan Hubungan Industrial, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jawa Tengah, M Sulchan, mengungkapkan secara makro di Kabupaten Semarang tetap rentan terhadap terjadinya permasalahan ketenagakerjaan.

“Karena jumlah perusahaan dan pekerja tak sebanding dengan jumlah pegawai—bagian hubungan industrial—untuk melakukan pengawasan dan mediasi permasalahan yang ada. Hal ini mengakibatkan pengawasan tidak bisa berjalan maksimal,” bebernya.

Ia memaparkan, jumlah perusahaan di Kabupaten Semarang mencapai 700-an lebih, yang terdiri atas perusahaan skala besar menengah dan kecil dengan jumlah 90.718 orang tenaga kerja. Namun, jumlah pengawas hanya ada 14 orang dengan tiga diantaranya bagian administrasi.

Artinya, hanya ada 11 petugas pengawas yang efektif  turun ke lapangan. “Bagaimana mungkin pengawasan dapat berjalan optimal jika satu orang pengawas menangani 50 perusahaan lebih,” kata Sulchan.

Sumber | ROL

Monday, September 3, 2012

Karena Main Tembak, Suami Istri Ditangkap Polisi

tembak
Ilustrasi
Jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Semarang dan Polsek Tengaran mengungkap aksi penembakan terhadap Teguh Ari Winarto (37), warga Dayakan, RT 03 RW V, Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

Berdasarkan penyelidikan, polisi meringkus pasangan suami isteri, Sutarman (29) serta Sriyatun (28), warga Desa Dadapayam RT 7 RW 2, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, pada Jumat (31/8) malam lalu.

Keduanya diduga kuat merupakan pelaku penembakan terhadap Teguh, yang selama ini dikenal berprofesi sebagai paranormal dengan kemampuan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit tersebut.

Kapolres Semarang, AKBP IB Putra Narendra mengatakan, dalam mengungkap kasus penembakan yang terjadi di dekat SD 01 Barukan ini, polisi mendalami penyelidikan dengan mengorek keterangan korban.

“Kepada peugas kami, korban sebelumnya mengaku menerima pesan singkat (SMS) agar bertemu dengan tersangka di Jalan Dusun Duren, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang,” ungkap Narendra.

Dari informasi tersebut polisi memastikan antara pelaku dengan korban sudah saling mengenal. Berbekal nomor telepon seluler (ponsel) pengirim pesan singkat ini, penyelidikan polisi mengarah kepada keduanya.

Dugaan ini tak meleset, sebelumnya pelaku pernah menggunakan  jasa kemampuan korban untuk membantu menyembuhkan penyakit. “Pelaku pernah menjadi salah satu pasien korban,” imbuh Kapolres.

Dalam pesan singkat tersebut, lanjutnya, pelaku minta agar korban datang menemui di suatu tempat di Desa Barukan. Saat mereka berpapasan di jalan, pelaku langsung menembak korban hingga jatuh dari atas sepedamotornya.

Narendra juga menambahkan, dalam penggerebekan, pasang suami isteri ini dapat diringkus tanpa ada perlawanan. “Keduanya segera diamankan di Mapolres Semarang untuk dilakukan pemeriksaan,” imbuhnya

Sumber | Republika

Laki-laki Tewas Setelah Ngamar Dengan PSK

Laki-laki bernama Senen (50) warga Jl Kemuning, Kel Sendang Mulyo, Kota Semarang ditemukan Tewas Setelah ngamar di Tegal Panas. Kab. Semarang dengan Pekerja Seks Komersial (PSK) bernama Siska pada Minggu (2/9/2012) pagi.

Laki-laki Tewas
Ilustrasi tewas
Senen diduga mengalami serangan jantung Setelah bermain cinta di sebuah kamar wisma Mia, Komplek Lokalisasi Tegal Panas, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Keamanan komplek lokalisasi yang terkenal dengan nama Tegal Panas, Triyatno (52) mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 10.00. Ketika itu, korban yang menurut dugaannya penjual kerupuk dan pepaya, datang ke lokasi sekitar pukul 09.30.

"Korban ngamarnya cuma bentar kok, engga ada setengah jam," kata Triyatno di lokasi.

Berdasarkan informasi yang ia dengar, korban sudah selesai "main" dengan Siska. Setelah bercinta, Senen juga sempat membayar dan sudah memakai baju. Tiba-tiba korban merasa pusing lalu rebahan di kasur. Saat rebahan itulah korban kejang-kejang.

Siska dan temannya yang melihat hal itu langsung berlari ke pemilik wisma, Mia dan Sardi untuk meminta tolong. Saat dicek kembali, tubuh korban sudah tidak bergerak dengan menggenggam tas di tangan.

"Kami langsung hubungi polsek dan mayatnya dibawa ke rumah sakit," tambahnya.

Kasatreskrim Polres Semarang AKP Agus Puryadi menambahkan, dugaan sementara korban meninggal karena sakit jantung. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan dan obat-obatan terlarang dalam pemeriksaan.

Sebenarnya, korban hendak diautopsi, namun pihak keluarga menyatakan menolak dan menerima keadaan. Oleh karena itu, pihaknya menyerahkan jenazah langsung ke keluarga.

Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Bergas dan Polres Semarang. Polisi langsung datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi mengevakuasi mayat korban ke RSUD Ungaran untuk di otopsi.

“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Diduga kuat korban tewas karena sakit jantung,” ujar Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Agus Puryadi.


Sumber | Kompas

Wednesday, August 29, 2012

Tradisi Unik Mengusir Harimau Di Kab Semarang

tradisi di kab semarang
Tradisi Unik Mengusir Harimau Di Kab Semarang. Selain Banyak Terdapat Tempat Wisata, Kab Semarang Juga Terdapat Berbagai Tradisi Salah Satunya Tradisi mengusir harimau yang di lakukan Darga Desa Di kec Bringin.

Ratusan Warga Desa Kenteng, Kec Bringin, Di Kabupaten Semarang, Menggelar Tradisi Unik yakni Saling Lempar Lumpur, Atau Popokan. Ritual Lempar Lumpur Di desa Ini Sudah Sejak Lama Digelar Dan Dilestarikan. Tujuannya, Agar Harimau Tak Berani Masuk Ke Kampung.

 Ratusan Warga Desa Sendang, Bringin, Kabupaten Semarang, Menggelar Tradisi Unik Yakni Popokan Atau Saling Lempar Lumpur. Tradisi Ini Digelar Sebagai Bentuk Penghormatan Kepada Pendiri Desa Yang Berhasil Mengusir Harimau Dari Tempat Tinggal Mereka. Ritual Lempar Lumpur Sendiri Sudah Sejak Lama Digelar Dan Dilestarikan. Tujuannya, Agar Harimau Tak Berani Masuk Ke Kampung.

Dengan Membawa Bebagai Sesaji Dan Replika Harimau, Ratusan Warga Menuju Areal Persawahan Untuk Melakukan Ritual. Tradisi Ini Sudah Dilakukan Ratusan Tahun Silam Sejak Desa Didirikan. Ritual Ini Sebagai Syukur Atas Keberhasilan Pendiri Desa Mengusir Harimau Pengganggu Ketentraman Warga.

Ada Kepercayaan Warga Setempat Apabila Tekena Lemparan Lumpur Maka Setiap Keinginan Akan Terwujud. Aksi Saling Lempar Lumpur Ini Dibatasi Hingga Satu Jam. Sebab Jika Lebih Lama Dikhawatirkan Memicu Tawuran.

Re/tvku

Monday, August 27, 2012

jalan utama Kab Semarang Pada H+7 Arus Balik Normal

Banaran Resort Bawen, Kabupaten Semarang
 Arus lalu lintas pemudik dari arah Solo menuju Semarang di tikungan Banaran Resort Bawen, Kabupaten Semarang berangsur normal, Minggu (26/8). (suaramerdeka.com/ Ranin Agung)
KAB. SEMARANG – Dari Hasil pengamatan CCTV Traffic Management Center (TMC) Satlantas Polres Semarang di Pos PAM Bawen, sampai pada H+7 arus lalu lintas balik lebaran pada jalan utama Kabupaten Semarang sudah berangsur normal.

Walau demikian, pihak Kepolisian Resor Semarang baru akan menarik semua anggota yang bertugas di lapangan termasuk anggota cadangan tindak dan preventif, Senin (27/8).

Pernyataan tersebut dikemukakan Kapolres Semarang AKBP IB Putra Narendra saat dihubungi wartawan, Minggu (26/8) siang. Menurutnya, hingga H+7 lebaran pihaknya masih memberlakukan sejumlah rekayasa arus menyusul akan berakhirnya giat Operasi Ketupat Candi 2012.

"Melihat situasi dan kondisi di lapangan, sejumlah rekayasa untuk menghindari penumpukan arus lalu lintas baik sistem tiga-satu dan empat-nol pada penanganan lalu lintas mudik hingga balik lebaran 2012 akan tetap kami lakukan. Terlepas dari itu, Kepolisian Resor Semarang baru akan menarik semua anggota pada, Senin (27/8)," kata Kapolres.

Terpisah, Kepala Dishubkominfo Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryanto menjelaskan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap sistem yang diberlakukan selama mudik-balik lebaran 2012. "Hasil evaluasi nantinya akan dijadikan acuan atau pedoman penanganan pada hari-hari besar yang akan datang," jelasnya.

Berdasarkan data Dishubkominfo, diketahui puncak arus mudik 2012 meningkat sebesar 40 persen dibandingkan 2011.
Pada H-2 lebaran 2011 diketahui hanya ada 58.658 unit kendaraan yang melintas, sedangkan H-3 lebaran 2012 kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang melintasi wilayah Kabupaten Semarang mencapai 81.876 unit kendaraan.

Sumber | Suaramerdeka

Kab Semarang: 1.333 warga rekam data e-KTP saat Lebaran

e-KTP
KAB. SEMARANG - Selama mudik lebaran 2012, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Semarang telah melayani rekam data e-KTP sebanyak 1.333 warga yang notabene bermata pencaharian di luar wilayah Kabupaten Semarang.

Jumlah tersebut meliputi 400 orang warga yang mendapat pelayanan di kantor Dispendukcapil dan 933 warga yang dilayani di enam kecamatan, diantaranya Kecamatan Bandungan, Getasan, Susukan, Tuntang, Bergas, dan Kecamatan Ungaran Timur.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Puguh Wijoyo Pakuwodjo mengatakan, pihaknya sengaja membuka pelayanan e-KTP meski pemerintah telah memutuskan waktu cuti bersama untuk pegawai negeri sipil. Langkah tersebut menurutnya sangat membantu dalam hal perekaman data bagi warga asli Kabupaten Semarang yang tinggal sementara di luar wilayah.

"Dalam dua hari mulai Selasa-Rabu (21-22/8) petugas berhasil melakukan melayani rekam data e-KTP sebanyak 1.333 warga yang mayoritas bisa dikatakan pemudik," katanya kepada wartawan, Minggu (26/8).

Lebih lanjut dijelaskan, hingga saat ini kondisi semua perangkat rekam data yang digunakan dalam keadaan baik. Kondisi alat yang berfungsi normal tidak terlepas dari peran petugas pelayanan di lapangan yang terus melakukan pembersihan setiap kali setelah perekaman data selesai dilakukan.

"Semua perangkat dalam normal keadaan siap dipergunakan, hingga saat ini kami telah melayani sebanyak 76 persen atau sekitar 570.000 dari total penduduk 1.052.194 jiwa se-Kabupaten Semarang. Sedangkan jumlah warga wajib KTP yang terdata di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hanya sejumlah 741.001 jiwa. Dengan pencapaian tersebut, kami optimis proses rekam data e-KTP akan berjalan sesuai yang ditargetkan yakni selesai pada September 2012," tandasnya.

Untuk mempercepat perekaman data, selain melakukan pelayanan pada masing-masing kecamatan dan di kantor Dispendukcapil, petugas pelayanan bekerja sama dengan pihak perusahaan juga melakukan 'jemput bola' dengan menggunakan fasilitas alat e-KTP <I>mobile<P> yang didesain khusus oleh pemerintah pusat.

"Dengan fasilitas e-KTP mobile belum lama ini kami telah menyelesaikan perekaman data ke wilayah terisolir dan sejumlah perusahaan," pungkas Puguh.

Sumber | Suara Merdeka

Monday, August 13, 2012

Banser Berjaga, GPK Gelar Aksi

Gerakan Pemuda Ka'bah
Ilustrasi
KAB. SEMARANG – Kurang lebih 200-an anggota Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK), Pada Hari Minggu (12/8/2012) siang menggelar pawai simpatik di sejumlah tempat hiburan dan lokalisasi di Kabupaten Semarang. Kegiatan yang santer dikabarkan sebagai aksi sweeping tersebut nyaris berbenturan dengan puluhan anggota Bantuan Serbaguna (Banser) yang sejak pagi berjaga di kawasan wisata Bandungan, kabupaten Semarang.

Beruntung aparat dari kepolisian Resor Semarang yang diterjunkan ke lapangan berhasil memisahkan kedua ormas tersebut sehingga bentrokan dapat dihindari. Hasil pantauan di lapangan, laskar GPK yang berpakain serba hitam bertuliskan 'GPK Jibril Divisi Merbabu' itu memulai aksinya dari lapangan Desa Mendut menuju lokalisasi Sukosari (Gembol) dan Tegalpanas. Selanjutnya melewati Lemah Abang menuju Bandungan dengan menumpang belasan mobil dan puluhan sepeda motor.

Ketua GPK Jawa Tengah KH Syihabudin menilai terlalu berlebihan bila masyarakat menilai aksi ini sebagai aksi sweeping. Menurutnya, aksi meluruskan Surat Edaran Bupati tentang Larangan Buka sejak H-7. "Sifatnya pun kami memberikan imbauan kepada pemilik hotel, tempat hiburan, dan warung agar menghormati bulan suci Ramadhan. Jika ada warung yang buka siang hari, maka kami mengingatkan untuk menutup sebagian agar tidak terlihat jelas dari luar," katanya Syihabudin.

"Kami menyayangkan adanya Banser di sejumlah titik lokasi, harusnya mereka berjaga-jaga di gereja, wihara, dan keramaian bukan di tempat hiburan atau maksiat. Jelas aneh bila ada Banser di bulan suci Ramadan yang bertugas di tempat hiburan," tegasnya.

Sementara itu Wakil Komandan Banser Desa Karangtopo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Ahmad Munif saat ditemui wartawan mengatakan, keberadaan pihaknya di Bandungan karena adanya permintaan untuk bergabung mengamankan kawasan tersebut. "Keberadaan kami di Bandungan hanya untuk diperbantukan mengamankan dan menjaga suasana tentram kondusif," ujar Ahmad Munif.


Sumber | Kompas

Sunday, August 12, 2012

Pemkab Semarang Memprioritaskan 3 Sektor Pembangunan

Kab. Semarang. - Bupati Kabupaten Semarang H Mundjirin menegaskan kembali komitmen Pemkab Semarang untuk memprioritaskan tiga sektor pembangunan. Sektor itu yakni pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur menjadi landasan utama untuk mendongkrak sektor lainnya demi kesejahteraan bersama. “Ketiganya akan menjadi pondasi yang harus kuat agar peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud dengan baik,” katanya saat acara tarawih dan silaturahim (tarhim) di Masjid Baitul Qudus dusun Krajan Bergas Kidul, Jum’at (10/8) malam.

Hadir pada acara itu Wakil Bupati H Warnadi, para pimpinan SKPD, perwakilan anggota DPRD dan seratusan warga setempat. Sebelumnya, dilaksanakan shalat tarawih 23 rekaat yang dipimpin imam KH Mudzakir Ahmad Al Hafidz.

Ditambahkan oleh Bupati, Pemkab Semarang tidak main-main untuk menggarap ketiga sektor prioritas itu. Pelayanan gratis di Puskesmas dan kelas III RSUD Ungaran dan Ambarawa, katanya, menjadi agenda utama yang akan ditingkatkan di masa mendatang. Selain itu perhatian pada infrastruktur jalan di wilayah perbatasan juga terus ditingkatkan.

“Sarana jalan terutama di daerah perbatasan sangat berkait erat dengan perekonomian masyarakat. Karenanya Pemkab akan terus mengalokasikan dana perbaikan jalan rusak maupun peningkatan mutunya,” tegas Mundjirin lagi.

Pada kesempatan itu, Bupati secara simbolis  menyerahkan bantuan aspal sebanyak 135 drum untuk peningkatan mutu jalan di sembilan lokasi di Kecamatan Bergas. Sedangkan di Pringapus, diserahkan 80 drum aspal untuk perbaikan empat lokasi.

Diserahkan pula bantuan operasional sepeda motor kepada 12 kepala desa (kades) di Kecamatan Bergas dan Pringapus. Diantara para penerima adalah kades Bergas Kidul, Pagersari (Bergas), kades Wonoyoso, Penawangan, Klepu, Pringsari, Derekan dan Jatirunggo di Pringapus. “Bantuan ini diharapkan dapat memacu kinerja para kades terutama untuk menggali potensi desa masing-masing demi kesejahteraan warga,” tandasnya.

Sumber | Pemkab Semarang

Proses e-KTP Kabupaten Semarang Dipercepat

e-KTP Kabupaten Semarang
Kab Semarang.- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Semarang melakukan langkah percepatan untuk menyelesaikan proses perekaman data warga untuk pembuatan e-KTP. Salah satunya dengan melakukan rekam data langsung di lokasi perusahaan.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Apindo untuk rekam data para karyawan tanpa banyak mengurangi jam kerja mereka,” kata Kepala Dispendukcapil Puguh Wijoyo Pakuwodjo di Ungaran, awal pekan ini.

Menurutnya, beberapa perusahaan telah menyatakan siap menyediakan tempat di lingkungan perusahaan untuk proses rekam data tersebut. Pola semacam ini dianggap saling menguntungkan kedua belah pihak. Di satu sisi target Dispendukcapil untuk menyelesaikan rekam data e-KTP dapat tercapai. Sedangkan Perusahaan tidak dirugikan karena tidak banyak karyawan yang minta izin pulang untuk rekam data e-KTP. “Meski begitu, baru ada satu perusahaan yang secara resmi memberikan respon yakni PT Glory Industrial Semarang,” terang Puguh.

Dia berharap perusahaan lain bisa meniru langkah kerja sama itu agar target rekam data e-KTP dapat tercapai. Dengan langkah terobosan ini, Puguh optimis target penyelesaian pada bulan Oktober dapat tercapai. Bahkan, “Jika berjalan lancar, September mendatang proses ini telah selesai,” tandasnya.

Kepala HRD PT Glory Industrial Semarang Edi DHL menyatakan terima kasih atas inisiatif pelayanan rekam data oleh Dispendukcapil langsung ke perusahaannya. Dikatakan, jika karyawan harus izin pulang untuk rekam data di kecamatan masing-masing, paling tidak dibutuhkan waktu tiga.

Sedangkan jika ada pelayanan langsung seperti ini, setiap karyawan hanya sekitar lima menit meninggalkan pekerjaannya. “Kerja sama ini sangat efektif dan membantu kami agar proses produksi di perusahaan tidak terganggu,” tegasnya.

Berdasarkan data perusahaan, sebanyak 267 orang karyawan PT Glory telah terdaftar untuk dilayani rekam data. Jumlah itu, lanjutnya, dimungkinkan dapat bertambah. Sebab ternyata ada karyawan yang belum terdaftar namun bersedia mengikuti rekam data di perusahaan itu. Dispendukcapil mengerahkan empat orang personel dan dua set alat rekam untuk melayani para karyawan tersebut.

Ditambahkan oleh Kasi Identitas dan Pendataan Penduduk Retno Widuri Inspirasi, hingga awal minggu kedua Bulan Agustus 2012 ini, jumlah warga wajib KTP yang telah terekam data pribadinya sebanyak 534.021 orang atau 72,07 persen dari target kuota 741.001 orang.

Beberapa kecamatan yang memiliki jumlah wajib KTP banyak, prosentase rata-rata penyelesaian rekam data telah mencapai lebih dari 50 persen. Diantaranya Kecamatan Tengaran telah diselesaikan rekam data 35.407 wajib KTP atau 71 persen dari total 49.478 wajib KTP, Kecamatan Suruh terekam 33.866 wajib KTP (64,97 persen) dari 52.129 dan Ungaran Barat terekam 37.230 (59,57 persen) dari total 62.496 wajib KTP.

“Saat ini juga terdaftar 10.328 wajib KTP diluar kuota yang terdaftar setelah 31 Januari 2012. Mereka akan dilayani di kecamatan masing-masing dengan menunjukkan KTP regular,” jelas Widuri.

Khusus untuk melayani warga lanjut usia, katanya, Dispendukcapil akan mengoperasikan mobil pelayanan rekam data keliling. Pelayanan ini diharapkan dapat memudahkan para lansia untuk mengikuti proses rekam data e-KTP.


Sumber | jateng time

Alternatif Tol Semarang-Ungaran Kab Semarang selesai dikerjakan

Tol Semarang-Ungaran
Ungaran. Kab Semarang.- Dilakukan perbaikan Selama tiga minggu, jalur alternatif Tol Semarang-Ungaran Kabupaten Semarang selesai dikerjakan. Jalan alternatif sejauh 17 kilometer menghubungkan exit tol Ungaran hingga Karangjati.

Jalur alternatif tol Semarang - Solo di Ungaran yg menghubungkan exit tol Ungaran hingga wilayah Karangjati sejauh 17 kilometer selesai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang. Perbaikan dengan mengaspal jalan berlubang dan bergelombang sudah dikerjakan 3 minggu lalu dan pada hari ini jelang arus mudik lebaran sudah bisa diselesaikan.

Petugas saat ini masih melakukan pengecekan dan penyempurnaan untuk memastikan kelayakan jalan. Jalur alternatif tol Semarang-Solo merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Semarang untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas pada exit tol Ungaran.

Sumber | mantenb

Saturday, August 11, 2012

Jl Diponegoro, Ungaran Dipadati Kendaraan Pemudik

arus mudik 2012
Ungaran. - Volume kendaraan Menuju arah Kota Semarang baik dari arah Yogyakarta maupun Jakarta Mulai terlihat tanda- tanda Peningkatan. Sebagian Orang mulai mudik hari ini untuk menghindari puncak arus mudik 2012.

Salah satu pemudik, Yuni Ardhyanti mengaku lebih memilih mudik pada H-8 karena menghindari lonjakan penumpang untuk moda transportasi bus. Ia pun sudah tidak sabar bertemu keluarganya di kampung halamannya di Kebumen.

”Saya mengajukan libur magang biar bisa pulang kampung sekarang,” katanya di halte bus Sukun, Jl. Setiabudi, Semarang, Sabtu (11/8/2012).

Padatnya kendaraan Yang terjadi di Jl Diponegoro, Ungaran dari arah Semarang menuju Yogyakarta, atau tepatnya sebelum jalan masuk menuju tol Semarang-Ungaran. Kepadatan juga terlihat di Jl Jendral Sudirman, Ungaran.

Keadaan serupa terjadi di Jl Setiabudi, Semarang dari arah Yogyakarta, volume kendaraan juga meningkat dan didominasi oleh kendaraan roda empat. Meski demikian laju kendaraan masih terpantau ramai lancar.

Sejumlah kendaraan dari luar kota juga sudah memadati jalur pantura, Jl Wali Songo, Semarang dari arah Kendal atau Jakarta. Titik kemacetan terjadi di pertigaan Jrakah, pertigaan Gatot Subroto dan pertigaan tol Krapyak. Daerah pembangunan flyover yang di perkirakan menjadi titik macet yaitu Kalibanteng, hingga kini masih terpantau lancar.

Menurut Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Provinsi Jateng, Perkiraan arus mudik dan balik akan terjadi pada H-2 yaitu tanggal 17 Agustus hingga H+6, 26 agustus.

”Prediksi puncak arus mudik adalah tanggal 17 hingga 18 Agustus, sedangkan arus balik adalah 24 hingga 26 agustus,” kepala Dishubkominfo Provinsi Jateng, Urip Sihabudin beberapa waktu lalu.


Sumber | detiknews

Jalur Bawen Ungaran Macet Total, akibat Kecelakaan Karambol

Kab Semarang . Jalur Bawen-Ungaran yang macet total akhirnya bisa dilalui setelah proses perobohan jembatan penyeberangan hampir selesai...