Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Wednesday, September 25, 2013

Jalur Bawen Ungaran Macet Total, akibat Kecelakaan Karambol


kecelakan depan pasar babadan
Kab Semarang. Jalur Bawen-Ungaran yang macet total akhirnya bisa dilalui setelah proses perobohan jembatan penyeberangan hampir selesai. Jalan dibuka satu jalur untuk digunakan dua arah pada pukul 14.15 WIB.

"Ini sudah mulai dibuka, tapi masih satu jalur," kata Kasatlantas Polres Semarang AKP Gusman Fitra di lokasi tabrakan, Babadan, Kabupaten Semarang, Rabu (25/9/2013).

Saat ini puing-puing jembatan diletakkan di jalur arah menuju Kota Ungaran yang masih ditutup. Rencananya kurang dari satu jam, jalan akan dibuka total jika puing-puing tersebut sudah dipindahkan ke tempat lain.
                        kecelakan depan pasar babadan
"Ya mungkin setengah jam lagi baru bisa di buka total," pungkasnya.

Kemacetan Dari Terminal Bawen Hingga pasar Babadan , dan Hungarian sampai babadan yaitu kini mulai terurai. Sopir-sopir truk yang tadinya menunggu di warung berlarian menuju kendaraannya ketika polisi memberi tanda jalan sudah dilewati.

Kemacetan tersebut merupakan dampak dari kecelakaan maut truk Fuso bernomor polisi N 8175 UP yang dikemudikan Nasim sekitar pukul 17.00 sore kemarin. Truk pengangkut pasir besi yang melaju dari arah Solo itu menabrak mobil Kijang, travel, pick up, dan sepeda motor Mio.

Tidak hanya itu, akibat hantaman keras dengan kendaraan yang terlibat kecelakaan, jembatan penyebrangan di depan pasar Babadan menjadi miring dan terpaksa harus dirobohkan.


Hingga Sore Jam 6 tadi Jalan menuju semarang masih macet Hingga Pintu Tol Bawen kab semarang

Gara-gara rem blong, sebuah truk menabrak 4 mobil, 1 motor, dan jembatan penyebrangan di jalur semarang-jogja-solo. Akibatnya 2 orang tewas tergencet badan kendaraan. Saksikan tayangannya di "Reportase Malam" pukul 00.21 WIB Hanya di Trans TV


Sumber: DetikNews

Wednesday, September 18, 2013

Salatiga - Penyerahan Bantuan Siswa SD Oleh Walikota Salatiga

Wali Kota Salatiga Yuliyanto secara simbolis menyerahkan BSM kepada salah satu perwakilan orang tua siswa di SD Kutowinangun 11, Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir. (suaramerdeka.com/Leonardo Agung)
Wali Kota Salatiga Yuliyanto secara simbolis menyerahkan BSM kepada salah satu perwakilan orang tua siswa di SD Kutowinangun 11, Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir. (suaramerdeka.com/Leonardo Agung)
Walikota Salatiga Menyerahkan Bantuan Kepada Anak2 SD Di Salatiga

Sebanyak 1.358 siswa dari 2.153 siswa SD menerima bantuan siswa miskin (BSM) semester I tahun ajaran 2013-2014 senilai Rp 577.150.000, Selasa (17/9).

Pencairan BSM bagi siswa SD yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) tersebut secara simbolis diserahkan Wali Kota Salatiga Yuliyanto kepada sejumlah perwakilan siswa di SD Kutowinangun 11, Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir.

Kepala Disdikpora Kota Salatiga, Tedjo Supriyanto mengatakan, nilai nominal bantuan yang diterima masing-masing siswa per semester senilai Rp 225.000 ditambah uang manfaat senilai Rp 200.000 sehingga total yang diterima sebesar Rp 425.000 per semester.

"Dana yang dikucurkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru Rp 577.150.000. Sehingga BSM baru bisa disalurkan kepada 1.358 siswa atau baru 63% dari jumlah total kuota sebanyak 2.153 siswa. Pencairan BSM untuk 795 siswa lainnya menunggu kucuran dana dari Kemendikbud," kata Tedjo.

Mekanisme pencairan BSM sendiri langsung dilakukan melalui rekening bank masing-masing siswa dan bantuan bisa diambil melalui bank yang ditunjuk yakni Bank Jateng Cabang Salatiga dengan membawa buku rekening. Saat pencairan semua siswa harus didampingi orang tuanya.

"Dalam menyalurkan BSM, kami bekerjasama dengan Bank Jateng Cabang Salatiga. Karena Bank Jateng kami nilai yang paling siap untuk melaksanakan program ini," ucapnya.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyatakan, dalam pelaksanaan program BSM, Pemkot Salatiga mengalokasikan dana pendampingan senilai Rp 300 juta.

"Tahun 2014 pemkot juga akan mengalokasikan anggaran untuk pendampingan program tersebut dan besarannya sedang dihitung. Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan bisa membantu siswa miskin serta meringankan beban orangtua dalam menyekolahkan anaknya," katanya.

Sementara untuk mendukung pelaksanaan penyaluran BSM, Bank Jateng Cabang Salatiga menerjunkan sebanyak lima teller dan satu unit mobil pelayanan keliling yang dilengkapi dengan mesin ATM. "Kami ingin memberikan pelayanan terbaik dan proses pencairan BSM bisa berjalan lancar dan cepat," kata Pemimpin Bank Jateng Cabang Salatiga, Sarwoto.

Sumber: Suara merdeka

Sunday, September 15, 2013

Jalur Ungaran - Bawen Sudah Dimulai betonisasi

Betonisasi pertigaan tol bawen
Bawen. Kab Semarang.- Beberapa titik kemacetan akan terjadi di JL menuju semarang dari arah solo/Jogja, treaty di jalan besar Ungaran-Bawen. Penyebabnya akan dilakukan perbaikan kualitas jalan berupa betonisasi dari Taman Unyil hingga arah Bawen. Untuk di bawen sudah dimulai betonisasi dari tanjakan sebelum terminal bawen dari arah surakarta, namun hingga saat ini belum tampak kemacetan parah terjadi, jika di bandingkan dengan betonisasi sebelumnya di tanjakan depan pom bensin bawen Kab semarang.

Hal ini disampaikan Koordinator Proyek Peningkatan Jl Banyumanik-Bawen, Johan Arifin dalam rapat koordinasi dengan berbagai pihak di Polres Semarang, Senin (9/9/2013).

"Setelah selesai pengerjaan U-turn di Pundak Payung, dua hari ke depan dilakukan peningkatan kualitas jalan dari Taman Unyil ke bawah sepanjang 425 meter," ujarnya.

Pengerjaan, lanjut Johan, akan dimulai sisi kiri dari Semarang-Bawen. "Sisi kiri dulu agar tidak terjadi kemacetan parah," ujarnya.

Johan berharap pengendara teratur ketika terjadi pengalihan jalan. "Kadang bus suka nyerobot jadi malah terjadi kemacetan parah," ujarnya.

Sementara itu pihak Satlantas Polres Semarang akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan bus dan kendaraan kecil dari Bawen lewat Cisemut kemudian tembus Tamab Unyil. Sementara truk tetap dilewatkan jalur Bawen-Ungaran.

"Ada sistem buka tutup ketika sisi kiri dikerjakan seperti saat di Bawen," ujat Mujiyono, KBO Satlantas Polres Semarang.

Staf bagian Proyek PT Trans Marga Jateng, Indroyono mengatakan tol Ungaran-Bawen tidak akan dibuka meski ada pengerjaan tersebut.

"Kami sedang menyempurnakan setelah dibuka untuk lebaran kemarin. Kami targetkan Oktober untuk proses penyerahan dari kontraktor ke pihak kami. Jadi kemungkinan tidak akan dibuka," ujarnya.

Saran dari kami harap hati-hati apabila anda sedang melintas di jalur ungaran-bawen pada saat pengerjaan proyek tersebut, karena di daerah tersebut di hari2 biasa saja banyak keluar masuk mobil dari pabrik, karena memang banyak pabrik di daerah tersebut, dan lagi banyak pengendara sepeda motor pada saat jam 6-8 pagi, sehingga usahakan tetap berjalan pada jalur jangan sampai mendahului dengan melewati marka, hal itu selain melanggar lalu lintas juga menambah resiko kecelakaan.

Saturday, September 14, 2013

Kota Ungaran - Pelebaran Jalur alternatif Kota ungaran

Kab Semarang
Ungaran .Kab Semarang – pelebaran jalan di kota Ungaran , meliputi Jl Kolonel Sugiono, DI Panjaitan, dan Jl Brigjen Katamso dilebarkan Jadi 6 meter dari semula empat meter. Langkah tersebut sebagai antisipasi penggunaan jalur alternatif kemacetan jalur utama dari Ungaran - Bawen.

Kepala DPU Kab Semarang, Totit Oktorianto melalui Kabid Pembangunan, Pemeliharaan Jl dan Jembatan, Supratmono menyebutkan, langkah ini mendukung pengalihan arus lalu lintas dari batas kota Ungaran-Semarang menuju Lingkungan Susukan Ungaran Timur oleh petugas.

"Ruas jalan di Susukan Ungaran Timur biasa dipergunakan ketika jalur utama macet. Melalui ruas ini, kendaraan bisa diarahkan menuju pintu keluar tol Ungaran atau ke arah Beji keluar pertigaan “Pasar Babadan”," katanya kepada wartawan, Rabu (4/9).

Pemkab Semarang sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 483 juta untuk pelapisan aspal Jalan Kolonel Sugiono. Sementara paket pelebaran jalan yakni DI Panjaitan dengan panjang 700 meter telah dialokasikan anggaran Rp 458 juta, sedangkan Jalan Brigjen Katamso yang nantinya akan dilebarkan menjadi 6 meter dengan panjang 800 meter akan menelan biaya Rp 519 juta.

"Pelebaran badan jalan akan menggunakan sistem perkerasan cor beton, untuk memperkuat struktur jalan kami akan pemadatan area pelebaran dengan menggunakan alat berat," paparnya.

Terpisah, warga Jalan DI Panjaitan Ungaran, Sulistianto (55) mengaku senang dengan adanya proyek pelebaran jalan ini. Dengan begitu menurut dia, nantinya Lingkungan Susukan akan menjadi ramai.

"Kami akan mendukung rencana pemerintah asalkan memperhatikan unsur lainnya seperti ketersediaan trotoar bagi pejalan kaki," ungkapnya.


Sumber : SuaraMerdeka.com

Tuesday, November 20, 2012

KTP Lama Tidak Berlaku Lagi

ktp baru
SEMARANG,- Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Tengah menyatakan, proses Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) akan selesai pada 2013. Dengan demikian, pada 2014 nanti, KTP lama atau konvensional sudah tidak lagi berlaku.

Sejauh ini perekaman data e-KTP telah mencapai 83,26 persen. Bahkan, di sebagian daerah e-KTP telah mendistribusikan kepada warga dan siap untuk digunakan, antara lain Kabupaten Pati, Kota Surakarta, dan Kota Salatiga.

Kepala Bagian Kependudukan Disnakertransduk Jateng, Susi Handayanie mengatakan, meski telah dibagi, e-KTP itu belum bisa difungsikan sepenuhnya pada tahun 2013. Sebab belum ada regulasi yang mengatur penggunaannya di sektor penting seperti kepolisian, perbankan, pertanahan, dan pajak. Agar dapat digunakan, pemerintah pusat sedang menyiapkan nota kesepahaman untuk mensinkronisasi data E-KTP dengan instansi di lintas sektor tersebut.

"Masyarakat bisa menggunakan e-KTP, namun harus disertakan foto kopi KTP lama. Ini semata karena hal teknis, terkait kesiapan regulasi dan sinkronisasi data e-KTP dan instansi terkait di lintas sektor," jelas Susi di kantornya, Senin (19/11)

Untuk daerah lain yang belum menerima pembagian e-KTP, diminta lebih bersabar. Sebab pendistribusian e-KTP memakan waktu lebih lama ketimbang pelaksanaan perekaman data. Pasalnya, petugas kependudukan harus melakukan proses sortir, untuk mengkroscek e-KTP satu persatu. "Karena lebih njelimet, satu persatu harus disortir sebelum dibagikan kepada pemiliknya. Ada e-KTP yang salah cetak atau salah data yang dikembalikan kepada pemerintah pusat," ujar Susi.

E-KTP yang akan diberlakukan resmi pada tahun 2014, kata Susi, akan berlaku seurmur hidup. Di dalamnya, menyimpan beberapa data pemilik, antara lain biodata penduduk, tanda tangan, pas foto dan sidik jari yang tersimpan pada sebuah chip di dalam kartu.

Data di dalam chip juga tidak dapat dicloning, sehingga, hanya ada satu data yang dimiliki satu orang. Selain itu, di dalam kartu juga tersimpan alat penangkap signal agar dapat dideteksi alat pembaca atau card reader. "Maka e-KTP tidak boleh distaples, karena akan merusak antena penangkap signal," katanya.

Sumber | suara merdeka

Saturday, November 17, 2012

Panwaslu Kabupaten Semarang belum punya kantor..

Kabupaten Semarang
UNGARAN. Kabupaten Semarang: Menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2013 serta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, ternyata Pantia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Semarang sampai sekarang belum juga memiliki kantor sekretariat tetap.

"Padahal, keberadaan kantor penting untuk operasional para anggota Panwaslu yang telah dilantik beberapa waktu lalu," ujar Ketua Divisi SDM dan Kelembagaan Panwaslu Kabupaten Semarang, Mardoyo, Jumat (16/11).

Selain dirinya, ada dua anggota Panwaslu lain meliputi Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Agus Riyanto, dan Anggota Divisi Penanganan Pelanggaran, Bambang Purwanto. Sehubungan hal itu, pihaknya akan segera menghadap Bupati dan Sekda Kabupaten Semarang, untuk meminta fasilitas kantor kesekretariatan.

Disamping memerlukan sebuah kantor sekretariat, menurut Mardoyo, Panwaslu Kabupaten Semarang juga butuh dukungan tenaga kesekretariatan yang biasanya diambilkan dari pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkab Semarang.

Terlepas dari keterbatasan tadi, Panwaslu Kabupaten Semarang akan langsung bergerak cepat agar memenuhi jadwal kegiatan yang sangat mendesak. Termasuk mengejar ketertinggalan beberapa tahapan pemilu yang sudah berjalan.

"Yang pertama kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Semarang terkait pengadaan kantor sekretariat dan pembentukan pegawai sekretariat. Kemudian berkoordinasi dengan stakeholder. Setelah itu baru mengarah ke perekrutan panitia pengawas kecamatan (Panwascam) karena deadline 10 Desember 2012 mereka harus sudah dilantik," jelasnya. (Pudyo Saptono)

Sumber | Suara karya

Thursday, November 15, 2012

Tradisi Unik Desa Sidomulya, Ungaran pada 1 Suro

Tradisi Unik Desa Sidomulya
Ungaran Kota.- Desa Sidomulya, Ungaran, Jawa Tengah tak beda dengan desa-desa lain pada umumnya. Yang membedakan adalah adanya acara tradisi lempar ketupat. Acara ini digelar dalam rangka tahun baru Jawa 1 Suro yang berbarengan dengan 1 Muharram dalam kalender penanggalan Islam.

Ketika bunyi suara tiang listrik dipukul berarti saatnya ratusan warga desa, dari usia muda hingga orang tua, laki-laki dan perempuan, semuanya turun ke jalan membawa ketupat dan sayur.

Setelah diawali dengan membacakan doa-doa untuk memohon keselamatan, semua warga makan ketupat bersama. Setelah itu, puncak acaranya adalah perang ketupat. Semua warga saling melempar ketupat dengan sisa yang masih ada.

Acara perang ketupat ini dipercaya bisa membuang sial dan bencana. Sebaliknya, jika perang ketupat tidak digelar, maka akan terjadi bencana. Itulah tradisi Desa Sidomulyo yang biasa digelar ketika menyambut 1 Suro.

Sumber | Liputan 6

Tuesday, November 13, 2012

SMA 1 Ungaran: Membuat Meriam Dalam Festival

SMA 1 Ungaran
KOMPAS.com/ SYAHRUL MUNIR Festival dolanan anak di SMA 1 Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/11/2012).
UNGARAN KOTA.- Dentuman keras menyalak beberapa kali dari moncong meriam, suaranya sangat memekakan telinga. Alih-alih berlindung atau lari, puluhan orang di sekitarnya justeru bersorak kegirangan.

Itulah sekelumit gambaran dari suasana "Festival Dolanan Anak" yang digelar di SMA 1 Ungaran, Jalan Diponegoro, Ungaran, Selasa (13/11/2012) pagi. Meriam itu terbuat dari bambu atau disebut mercon bumbung.

Sejumlah permainan tradisional diperlombakan antarkelas. Mulai dari egrang, lompat tali, dakon, betengan, bakiak batok dan gobak sodor. Nuansa tradisional makin kental karena seluruh siswa, guru dan karyawan semuanya mengenakan busana tradisional. Sebagian besar laki-laki memakai sorjan dan wanitanya memakai kebaya tanpa make up.

"Kegiatan ini bertujuan nguri-uri budaya Jawa yang makin luntur. Di era digital ini generasi muda perlu kita kenalkan pada ikon-ikon tradisi yang bernilai adiluhung sehingga mereka tak lupa pada jati dirinya," kata Hartanto, kepala SMA 1 Ungaran.

Festival dolanan anak yang kali pertama digelar oleh SMA unggulan Kabupaten Semarang ini diawali dengan pawai menyusuri sejumlah ruas jalan di kota Ungaran dengan jalan kaki. Para siswa menyambut kegiatan ini dengan antusias.

"Ternyata permainan tempo dulu itu asyik juga ya dimainin. Bagus kalau menjadi agenda rutin," ungkap Desta, siswa kelas 10. Tak ketinggalan, stand jajanan pasar menjadi serbuan para siswa.

Karena selain enak, aneka jajan pasar seperti gethuk, cenil dan juga minuman dawet dijual oleh panitia OSIS dengan harga murah. Melihat kemeriahan festival dolanan anak dan respon para siswa tersebut, Hartanto yang baru tiga bulan menjabat sebagai kepala SMA 1 Ungaran ini bertekad menjadikannya agenda tahunan sekolah. "Tahun depan kita akan buat yang lebih meriah dan lebih baik lagi," pungkas Hartanto.

Sumber | Kompas

Saturday, November 10, 2012

Beberapa Sebab Kemacetan Ungaran-Bawen

pasar karangjati
Bergas Kab. Semarang - Volume kendaraan bukan merupakan satu-satunya penyebab kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang Jalan Diponegoro, Ungaran sampai Pasar Karangjati, Kabupaten Semarang.

Seperti halnya yang terjadi Sabtu (10/11) siang menjelang sore ini. Kemacetan hari ini lebih disebabkan karena ramainya pertigaan atau perempatan akses jalan ke beberapa wilayah di Kabupaten Semarang oleh angkutan umum.

Menurut salah satu petugas dari Polsek Bergas, Bribtu Supeno, yang gerjaga di pos polisi, kemacetan akan diperparah lagi dengan tibanya jam bubaran pabrik. "Puncak macet sekitar pukul empat sampai enam sore, yang sekarang belum seberapa," kata Supeno.

Karena kemecetan itu, laju kendaraan baik dari arah Semarang ke Solo atau sebaliknya menjadi tersendat. Kemacetan baru bisa diurai menjelang tanjakan Bawen. Selebihnya lalu-lintas lancar sampai kota Salatiga.

Sumber | sm

Tahanan Kota Salatiga Pakai Rompi Baru

Tahanan Kota Salatiga
ROMPI TAHANAN: Kepala Seksi Pidana Umum kejari Salatiga Yusup Hadiyanto (kanan) menunjukkan model rompi tahanan yang wajib dikenakan para tahanan saat keluar dari sel. (suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto)
SALATIGA KOTA - Tahanan Kejaksaan Negeri Salatiga kini wajib mengenakan rompi khusus tahanan, setiap kali mereka keluar dari ruang sel. Pemakaian rompi tersebut, untuk memudahkan mengenali para tahanan yang kadang berbaur dengan banyak orang, sehingga segala kemungkinan yang tidak diinginkan dapat diminimalkan.

Peluncuran rompi tahanan dilakukan Rabu (7/11) di Kejari Salatiga. "Ini untuk langkah antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Terobosan ini sebagai bagian upaya kami untuk bekerja lebih baik lagi, selain upaya-upaya lainnya dalam penegakan hukum," tutur Pelaksana Harian Kajari Salatiga Setyo Pranoto.

Kepala Seksi Pidana Umum Yusup Hadiyanto mengatakan, pemakaian baju tahanan dilakukan sejak status penahanan dilimpahkan ke kejaksaan. Yakni mulai pelimpahan tahap kedua dari polisi ke jaksa, atau pelimpahan tersangka dan barang bukti, maka tahanan harus mengenakan rompi khusus berwarna merah.

Rompi dipakai setiap kali mereka keluar sel untuk dibawa dalam persidangan atau keperluan lainnya. Bila di pengadilan majelis hakim tidak keberatan, maka rompi khusus tetap harus dikenakan. Kejari Salatiga kini sedikitnya menahan 25 tersangka atau terdakwa berbagai perkara. Mereka dititipkan di Rumah Tanahan Salatiga.

Dalam peluncuran rompi tahanan hari ini, empat tahanan dihadirkan. Bagian belakang rompi bertuliskan Tahanan Kejaksaan Negeri Salatiga, sementara di bagian depan terdapat nomor, dan logo kejaksaan yang berseloka Satya Adi Wicaksana. Menurut Yusup, rompi dibuat dengan desain unik agar tidak mudah dilepaskan.

Sumber | Suara Merdeka

Thursday, November 8, 2012

Pabrik jamu Sido Muncul Bergas, Kab Semarang Diduga Limbahnya cemar

pagar Sisi Pt Sido Muncul kab semarang
Penyidik lingkungan dari BLH Provinsi Jateng, BLH kabupaten Semarang beserta Komisi C DPRD kabupaten Semarang mengambil sample limbah cair PT Sidomuncul, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (06/11/2012)
Bergas Kab Semarang - Mencuatnya kabar tentang dugaan pencemaran limbah cair pabrik jamu Sido Muncul Bergas, Kabupaten Semarang, langsung ditanggapi oleh pihak terkait. Selasa (06/11/2012) kemarin, tim gabungan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Tengah dan BLH Kabupaten Semarang beserta Komisi C PRD setempat meninjau lokasi, dan mengambil sampel air di area persawahan warga.

Petugas penyidik BLH Propinsi Jawa Tengah, Sisbambang mengatakan, pengujian terhadap sampel air limbah baru dapat diketahui hasilnya dua pekan ke depan. "Untuk tingkat keasaman atau PH dan suhu udara kondisinya dinyatakan aman. Namun, untuk kandungan lainnya perlu pembuktian uji laboratorium," kata Sisbambang, saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Mas'ud Ridwan meminta agar LH obyektif dalam melakukan penelitiannya. Terlepas dari itu, pihaknya juga berharap perusahaan memperhatikan aspek lingkungan terutama kepada warga yang terkena dampak limbah yang diduga berasal dari PT Sido Muncul.

"Bila terbukti pencemaran tersebut berasal dari PT Sido Muncul kami pun mendesak pihak perusahaan untuk memberikan kompensasi kepada warga serta memperbaiki jaringan IPAL," ungkap Masud.

Dikabarkan sebelumnya, pencemaran limbah cair Sido Muncul mencemari sumber air dangkal dan area persawahan di Dusun Kalisori, Desa Diwak, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Selain sumur, pencemaran diduga mengakibatkan beras produksi petani tidak layak konsumsi. 

Sumber | Kompas

Monday, November 5, 2012

Wali Kota Salatiga mengawali panen lele perdana

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengawali panen lele perdana di Kelurahan Dukuh Kecamatan Sidomukt Kota Salatiga, Jumat (2/11) yang disaksikan ratusan warga, kelompok tani, dan para pejabat. Panen tersebut hasil kolam melalui Progran Padat Karya Produktif tahun 2012.

Pemerintah Kota Salatiga dalam hal ini Dinsosnakertrans membangun kolam budidaya lele di Kelurahan Dukuh dengan menggunakan dana yang bersumber APBN tahun anggaran 2012. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi bagi warga di Kelurahan Dukuh.

Kolam dibuat dengan memanfaatkan tanah bengkok seluas 5.000 meter persegi. Karena masih tahap awal, sekarang ini lokasi baru dibuat dua kolam. Kolam tersebut dikelola oleh kelompok tani sebanyak 88 orang yang terbagi dalam 4 kelompok tani.

Kepala Dinsosnakertrans Kota Salatiga Sri Jokonurhadi berharap lokasi kolam di kelurahan Dukuh menjadi sentra budidaya lele di Salatiga. Harapannya semua lahan bisa dimanfaatkan untuk pembuatan kolam, sehingga bisa mencukupi kebutuhan lele di Kota Salatiga ini.

"Selain itu dengan adanya program padat karya dapat melibatkan banyak warga sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Kelurahan Dukuh," katanya.

Kolam lele dibangun sejak 2 Mei dan pada tanggal 24 Mei selesai. Setelah dikondisikan selama satu bulan, bibit lele ditabur dengan jumlah 1.000 ekor. Dan pada masa panen sekarang ini lele berumur 4 bulan. Target pemasaran adalah pedagang pecel lele dan rumah makan, namun sudah dibeli pedagang ikan dengan harga 12.500/kg.

Sementara itu Wali Kota menyampaikan rasa bangganya kepada para petani yang telah berkarya dengan melakukan bididaya lele. "Pembangunan ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengurangi pengangguran. Oleh karena itu semoga kegiatan ini bisa diikuti oleh kelompok tani lainnya," kata Wali Kota.

Sumber | SM

Saturday, November 3, 2012

Langkah Bupati Diapresiasi Lemah Ireng

tol bawen kab semarang
Bawen. Kab Semarang - Rencana Bupati Semarang, Mundjirin akan membeberkan hasil penilaian tim appraisal independen yang berisi penetapan harga ganti rugi pembebasan lahan milik warga terkena proyek (WTP) mendapat apresiasi dari warga Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.

Menurut kuasa hukum WTP Lemah Ireng, Heri Sulistiyono, langkah tersebut merupakan bentuk dukungan Bupati Semarang kepada 47 WTP yang hingga kini masih menolak konsinyasi yang ditetapkan pemerintah. "Rencana tersebut membuat emosi warga Lemah Ireng sedikit menurun. Pasalnya, emosi warga sempat meninggi karena Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang menolak gugatan warga," kata Heri, Jumat (2/11).

Untuk menjawab permintaan Bupati tentang janjinya hendak membeberkan isi penilaian tim appraisal independen bila diminta warga, dirinya berencana akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan WTP guna keperluan menyusun jadwal pertemuan WTP dengan Bupati Semarang.

"Yang pasti saya akan berkoordinasi dahulu pada kedua belah pihak, yakni warga dan Bupati. Secara prinsip, kami mengapresiasi keberanian Bupati membuka hasil penilaian appraisal. Harapannya dalam penyelesaian kasus Lemah Ireng, Bupati selalu berpihak pada warga," jelasnya.

Dihubungi terpisah melalui sambungan telepon, Kepala Desa Lemah Ireng Trimanto menegaskan bila teror yang dilakukan oknum pamong desa yang berinisial SL dan KS tidak benar. Dirinya mengaku sudah menelusuri informasi tersebut, namun belakangan tidak terbukti. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar mengabaikan teror yang sifatnya mengintimidasi warga untuk melepaskan tanahnya guna keperluan proyek jalan tol.

"Informasi tersebut tidak benar, pasalnya dari penulusan kami di lapangan ternyata hasilnya nihil. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan saya menghimbau warga tidak terpancing isu atau teror yang dilakukan orang yang tidak bertanggungjawab. Jika ada informasi, sebaiknya dilaporkan kepada kami untuk ditindaklanjuti," tandasnya.

Sementara itu, menyikapi perkembangan konflik di Lemah Ireng, Plt Camat Bawen, Imanun Ciptadi bersama Rois Syuriah NU MWC Bawen, KH Ahmad Dawam menggelar istigosah di Masjid Baittul Izzah. Kegiatan tersebut dihadiri Danramil Bawen, perwakilan petugas dari Polsek Bawen, dan sekitar 200 warga masyarakat Bawen

Sumber | SM

Thursday, November 1, 2012

Lemah Ireng bawen Kab semarang Mendapat Teror

tol Semarang Solo
BAWEN, Kab Semarang - Sejumlah warga terkena proyek (WTP) pembangunan jalan tol Semarang Solo sesi II Ungaran Bawen dari Desa Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang yang menolak konsinyasi kembali mendapatkan teror dari oknum pamong desa dan organisasi massa tertentu.

Dikatakan Ketua RW 03 Desa Lemah Ireng, Kusman Sutiyono, teror tersebut salah satunya berisi mendesak warga menyerahkan lahannya untuk pembangunan jalan tol.

"Permintaan dari oknum disertai dengan ancaman. Salah satunya, warga yang tidak bersedia menyerahkan lahan atau tanahnya ke depan tidak akan memperoleh pelayanan administrasi dari pemerintah desa. Untuk itu, WTP yang masih tersisa diminta segera mengambil uang konsinyasi pembayaran ganti rugi jalan tol," katanya kepada wartawan, Kamis (1/11).

Dijelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya diketahui dua kali didatangi oknum pamong desa yang berinisial SL dan KS. Hal serupa juga dialami sejumlah Ketua RW di Lemah Ireng dimana WTP tinggal. Walaupun mendapat teror dari oknum tidak bertanggungjawab, dirinya bersama warga mengaku tidak akan terpengaruh dengan tekanan tersebut.

WTP tetap pada sikapnya, yakni menuntut pemerintah bersikap transparan bersedia memperlihatkan hasil penilaian tim appraisal independen yang telah ditunjuk sebelumnya terkait penetapan harga ganti rugi. "Selain pamong desa, ada pula sejumlah orang yang belakangan diketahui merupakan anggota ormas berperawakan layaknya preman yang mendatangi WTP. Namun ketika didesak untuk menunjukkan identitas, mereka tidak mau," papar Kusman.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Semarang, Mundjirin mengaku prihatin atas adanya oknum pamong desa yang berani mengeluarkan ancaman kepada WTP. Terkait dengan tuntutan WTP tentang pemberitahuan hasil penetapan nilai ganti rugi lahan dari tim appraisal independen, pihaknya berjanji akan membeberkan hasilnya asalkan warga bersedia datang sendiri meminta kepada Bupati.

"Pembebasan lahan tidak perlu dilakukan dengan ancaman. Biarlah selegawa yang bersangkutan dalam hal ini WTP itu sendiri, yang penting semuanya harus sesuai ketentuan yang ada. Terkait hasil penilaian tim appraisal, datanya sudah saya pegang. Bagi warga Lemah Ireng yang ingin melihat silahkan datang temui saya" jelas Bupati.

Pihaknya berharap, dengan diberitahukannya hasil penilaian tim appraisal, warga bisa legawa, sehingga proses pembebasan lahan pembangunan jalan tol di wilayah Lemah Ireng bisa lancar tanpa kendala.

Sumber | SM

Saturday, October 20, 2012

Karnaval Salatiga, promosi wisata dengan musik barang bekas drum blek

Karnaval Salatiga
Karnaval Salatiga
Salatiga - menyambut mahasiswa baru. Mereka mengangkat tema dari dua lambang utama milik UKSW yaitu api dan Lambang Negara Indonesia Burung Garuda Indonesia.

Ditahun ketiga pada 2011, manajemen SWC yang dipimpin Theodurus Gary Natanael President Direktur dan Managemen Salatiga Carnival Center (SCC) mencanangkan sebuah program SWC Go Public dengan merekrut masyarakat Salatiga dan sekitarnya. Mereka bekerja sama dengan karang taruna Pungkursari, membuat sebuah kampung karnaval yang sekarang bernama Pungkursari Fashion Carnival. Sebagai pioneer kampung karnaval Pungkursari Fashion Carnival telah banyak membawa nama pariwisata Salatiga di Jateng.

Dengan mengusung kegiatan khas warga setempat, yaitu thek-thek menjadi sebuah sajian musik dengan menggunakan barang bekas, peralatan rumah tangga kini telah dikembangkan dan menjadi ikon musik barang bekas warga Salatiga yang bernama drumblek. Satu-satunya wilayah yang memperkenalkan sajian musik sederhana. Sajian musik barang bekas drum blek inipun menjamur dan ditiru oleh beberpa komunitas karnaval di Indonesia.

Tak hanya itu, kiprah SWC untuk membangun dan mendukung terbentuknya Plumpungan dan Selotigo batik karnaval sebagai karnaval batik milik Salatiga juga dilakukan di tahun yang sama. Berjuang dari sebuah kesederhanaan dan memberikan ilmu pengetahuan serta sumber daya manusia yang tepat guna, SWC telah melahirkan dua karnaval besar di Salatiga. Tak hanya di dalam kota Salatiga saja, SCW juga membawa nama Salatiga di event-event nasional dan international lainnya. Akhir bulan mei 2011, SWC diundang oleh pemerintah Kota Yogyakarta dan Bapak Hamzah pemilik Mirota Batik Yogyakarta tampil sebagai Guest Arrival dan opening dance untuk 'Heteroseksual Cabaret Show Oyot Godong', dengan membawa enam model terbaiknya.

Di akhir bulan Juli 2011, SWC kembali membawa nama pariwisata Kota Salatiga sebagai kota wisata mode di pesisir pantai pulau jawa ini. Tepatnya di acara Kendal karnaval, SWC berkesempatan menjadi tim wardrobe dan make-up untuk membantu menyukseskan karnaval pemerintah kota Kendal tersebut. Dengan membawa tim kreatifnya SWC telah memberikan yang terbaik untuk pariwisata salatiga di Kota Kendal.

Pada 17 September 2011, SWC bekerja sama dengan UKSW kembali menggelar peragaan busana karnaval catwalk sepanjang 2,3 kilometer dalam showtime keempatnya. Dengan kembali mengangkat lambang UKSW dipresentasikan dalam bentuk api dan lambang Negara Indonesia di presentasikan dalam tulisan Bhinneka Tunggal Ika diimplementasikan dalam kostum bertema budaya-budaya Indonesia. Setelah showtime keempatnya ini, SWC semakin di kenal oleh masyarakat luas di seluruh penjuru Indonesia. Pada tanggal 3 Oktober 2011, satya wacana carnival diundang oleh Kementerian Kesehatan RI untuk membuka pertemuan nasional AIDS ke empat di Hotel Inna Garuda Yogyakarta membawa enam model terbaiknya dengan mengambil tema Auntuhm Metropolis Regenerasi menggebrak Yogyakarta.

Dengan selalu membawa semangat kebersamaan untuk membangun Pariwisata Kota Salatiga sebagai pusat wisata mode dunia, SWC 10 Oktober 2011 menata kembali manajemen dan memperbaiki seluruh manajemen agar lebih professional. Pada 10 Oktober 2011, SWC membentuk sebuah komunitas fashion carnival yang tertata dan mandiri yang bernama SWC Council. Setelah terbentuknya manajemen baru itu, semakin membuat SWC semakin dikenal di penjuru indonesia. Di tanggal 12-16 oktober 2011, SWC membawa nama pariwisata Kota Salatiga di Pulau Atlas, Pulau Sumatera, yang tepatnya di acara Tapis Carnival di Bandar Lampung. Dengan mengangkat tema budaya lampung yaitu siger emas, siger melinting, dan siger pangkuan, SWC ini membuat seluruh tamu undangan semakin berdetak takjub melihat keindahan kostum karnaval dan juga perform SWC.

Salatiga Carnival Center kembali mengharumkan nama Salatiga di kota asalnya sendiri untuk tampil dalam sebuah event Pelangi Budaya Indonesia 2012. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 13 Oktober 2012 kemarin diikuti oleh 1000 kesenian dari seluruh Indonesia. Bertindak sebagai penyelenggara event yaitu Paguyuban Warga Kota Salatiga yang dipimpin oleh Roy Marthen bersaudara. Arak-arakan karnaval membuka acara yang dimulai dari GPD Kota Salatiga hingga Lapangan Pancasila ini berjalan meriah. Seluruh warga masyarakat bersama-sama membangun kotanya dengan sikap peduli terhadap budayanya masing-masing.

Sumber | Merdeka

Jawa Tengah Siapkan Swasembada Daging Tahun 2014

TINJAU PETERNAKAN: Gubernur Jateng Bibit Waluyo meninjau peternakan domba di Desa Wonokerto Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Sabtu (20/10). (suaramerdeka.com / Moch Kundori)
TINJAU PETERNAKAN: Gubernur Jateng Bibit Waluyo meninjau peternakan domba di Desa Wonokerto Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Sabtu (20/10). (suaramerdeka.com / Moch Kundori)
Ungaran. Kab Semarang - Provinsi Jateng diminta pemerintah pusat untuk meyiapkan sebagai daerah swasembada daging pada tahun  2014. Segala persiapan sudah dilakukan di antaranya memelihara sapi pejantan unggulan yang nantinya akan disuntikkan kepada sapi betina lokal guna mempercepat populasi sapi.

Hal itu disampiakan Gubernur Jateng Bibit Waluyo usai pencanganan program Desa Wonokerto Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang sebagai sentra domba di desa tersebut, Sabtu (20/10. Gubernur didampingi istri Sri Bibit Waluyo dan Bupati Semarang Mundjirin meninjau langsung peternakan domba yang dikembangkan para pemuda desa itu.

"Pemprov Jateng saat ini memelihara sapi pejantan unggulan berjumlah 50 orang di Ungaran. Dari sapi itu nantinya spermanya akan dimabil dan disuntikkan kepada sapi betina lokal sehigga populasinya bisa meningkat mencapai 70 persen pada tahun depan. Saat ini jumlah sapi di Jateng mencapai 2,2 juta ekor," kata Bibit.

Berkaitan dengan swasembada daging itu, Bibit menyebut, Pemprov Jateng akan meminta kepada Presiden RI untuk bisa membantu mendirikan Rumah Pemotongan Hewan di Jateng. Sebab sejauh ini, sapi-sapi dari Jateng dikirm ke Jakarta dalam wujud sapi hidup dan kemudian dipotong di sana.

"Kami meminta babak Presiden RI agar Jateng dibangunkan  RPH moderen. Jadi harapannya dengan RPH ini nanti para peternak ke Jakarta menjual daging bukan sapi. Dengan  sapi dijual di Jateng harapnnya masyarakat  di daerah ini bisa lebih banyak mendapat manfaatnya," tuturnya.

Manfaat yang dimaksud, lanjut Bibit, misalnya kulit sapinya nanti bisa diberdayakan sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Begitu juga tulang sapi akan dihancurkan untuk pupuk. "Jadi kehadiran RPH modern nanti akan membawa manfaat terutama membuka lapangan pekerjaan. Kami berharap tahun 2013 ini semua bisa terealisasi," katanya.

Sumber | SM

Tuesday, October 16, 2012

Ungaran: Firnanda Lumpuh,tak sanggup lagi membayar biaya rumah sakit

Irham Rama Firnada
Irham Rama Firnada (10) dipangkaun ibunya, Nurul Hidayati (28) warga Jatisari, Ungaran kabupaten Semarang menderita osteoporosis sejak kecil. Rama berasal dari keluarga miskin sangat membutuhkan uluran tangan.
UNGARAN, Kab Semarang - Tak bisa dibayangkan bagaimana kesedihan yang dialami pasangan suami istri, Suronotoyo (32) dan Nurul Hidayati (28) warga lingkungan Jatisari kelurahan Gedanganak, Kabupaten Semarang ini.

Bagaimana tidak? Irham Rama Firnanda (10) anak sulung mereka sejak kecil telah mengidap penyakit yang aneh. Perkembangan fisiknya tidak normal, sehingga hari-harinya hanya terkapar di pembaringan tanpa mampu berbicara.

"Satu-satunya perkataan yang jelas hanya mbah dan ma'em. Selebihnya hanya menangis saja," kata Nurul, saat KOMPAS.com bertandang di rumahnya.

Rama lahir dalam kondisi prematur, kata Nurul. Namun demikin kondisi putranya tampak normal dengan bobot 1,5 kilogram. Keanehan baru terhihat saat Rama berusia genap satu tahun. Berat dan kemampuan motoriknya jauh tertinggal dengan anak seusianya.

"Saat itu belum bisa tengkurap, bersuara pun sulit. Pada waktu diperiksakan ke RSUD Ungaran, kata dokter anak saya mengidap pengeroposan tulang," kata Nurul.

Ironisnya, dengan kondisi Rama yang tak normal, orangtuanya justru menghindari dokter dan rumah sakit untuk mengobati Rama. Nurul berdalih, sudah tak sanggup lagi membayar biaya rumah sakit ataupun dokter. Pasalnya, penghasilan suaminya sebagai sopir angkutan kota hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

"Pernah tahun 2005 kami rutin memeriksakan Rama ke RSUD Ungaran. Seminggu dua kali, dengan biaya Rp 400.000 sekali periksa, belum termasuk obatnya. Itu hanya bertahan setahun. Setelah itu kami beralih kepengobatan alternatif yang lebih murah. Alhamdulillah, Rama sekarang sudah bisa tengkurap sendiri," ungkap Nurul.

Tak terhitung berapa puluh pengobatan alternatif yang ia datangi hingga saat ini, dengan harapan agar anaknya sembuh. Nurul juga membantu suaminya untuk mengumpulkan biaya pengobatan dengan berjualan makanan kecil di sebuah pabrik garmen. "Kami ingin sekali Rama tumbuh normal dan bisa bersekolah," kata Nurul, sambil bertanya bagaimana caranya meminta bantuan dari pemerintah.

Saat ditanyakan tentang Jamkesmas maupun Jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Nurul hanya menggelengkan kepala, sembari menjawab pendek. "Saya tidak paham."


Sumber | Kompas

Friday, September 7, 2012

Masalah Tenaga Kerja di Kab Semarang Seperti Benang Kusut

ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Semarang
(ilustrasi)
Kab. Semarang. - Permasalahan ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Semarang tak ubahnya seperti ‘benang kusut’ yang rumit untuk diurai.

Di luar kebijakan makro ketenagakerjaan yang masih banyak dipersoalkan, daerah ini juga menghadapi masalah minimnya infrastruktur pengawasan hubungan industrial.

Tak pelak sistem supervisi—yang menjadi ujung tombak—untuk meminimalisir permasalahan industrial antara pekerja dan pengusaha pun melempem. Buntutnya, persoalan ketenagakerjaan seperti tidak akan pernah habis di Kabupaten Semarang.

Hal ini terungkap dalam Seminar Regional “Mengurai Benang Kusut Masalah Ketenagakerjaan di Kabupaten Semarang” yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Semarang, Selasa (4/9).

Kasi Kelembagaan dan Hubungan Industrial, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jawa Tengah, M Sulchan, mengungkapkan secara makro di Kabupaten Semarang tetap rentan terhadap terjadinya permasalahan ketenagakerjaan.

“Karena jumlah perusahaan dan pekerja tak sebanding dengan jumlah pegawai—bagian hubungan industrial—untuk melakukan pengawasan dan mediasi permasalahan yang ada. Hal ini mengakibatkan pengawasan tidak bisa berjalan maksimal,” bebernya.

Ia memaparkan, jumlah perusahaan di Kabupaten Semarang mencapai 700-an lebih, yang terdiri atas perusahaan skala besar menengah dan kecil dengan jumlah 90.718 orang tenaga kerja. Namun, jumlah pengawas hanya ada 14 orang dengan tiga diantaranya bagian administrasi.

Artinya, hanya ada 11 petugas pengawas yang efektif  turun ke lapangan. “Bagaimana mungkin pengawasan dapat berjalan optimal jika satu orang pengawas menangani 50 perusahaan lebih,” kata Sulchan.

Sumber | ROL

Wednesday, September 5, 2012

Tertangkap Tangan Saat Transaksi Upal di Sebuah hotel Di Bandungan

uang palsu
UNGARAN. Jajaran Unit I Satreskrim Polres Semarang mengungkap jaringan pengedar uang palsu (upal). Pengungkapan ini dilakukan polisi dengan menyamar menjadi salah satu pembeli.

Selain mengamankan upal senilai Rp 15 juta lebih, polisi juga mengamankan Satun (37), warga Tempuran RT 2 RW 3 Kelurahan/Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Tersangka tertangkap tangan saat transaksi yang dilakukan dilakukan di sebuah kamar di Hotel Tri Kusuma, Bandungan, Kabupaten Semarang.

Kapolres Semarang, AKBP IB Putra Narendra mengatakan, terungkapnya kasus peredaran uang palsu di wilayah hukum Polres Semarang bermula dari informasi masyarakat.

“Ada informasi kecurigaan masyarakat terhadap seseorang yang membawa upal. Belakangan diketahui upal ini untuk diperjualbelikan,” ungkap Narendra.

Terkait laporan ini, Polres Semarang segera menurunkan anggota Unit I Reskrim yang kemudian menyamar menjadi pembeli upal tersebut. Polisi pun menghubungi pelaku untuk bertransaksi di hotel Tri Kusuma, Bandungan.

“Saat tersangka mengeluarkan upal, polisi langsung meringkusnya,” lanjut Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Agus Puryadi.

Dari tangan tersangka polisi berhasil menyita barang bukti upal pecahan Rp 50 ribu senilai Rp 15.100.000, pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 400.000 dan sejumlah kertas bahan upal.

Sumber |  ROL

Monday, September 3, 2012

Karena Main Tembak, Suami Istri Ditangkap Polisi

tembak
Ilustrasi
Jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Semarang dan Polsek Tengaran mengungkap aksi penembakan terhadap Teguh Ari Winarto (37), warga Dayakan, RT 03 RW V, Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

Berdasarkan penyelidikan, polisi meringkus pasangan suami isteri, Sutarman (29) serta Sriyatun (28), warga Desa Dadapayam RT 7 RW 2, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, pada Jumat (31/8) malam lalu.

Keduanya diduga kuat merupakan pelaku penembakan terhadap Teguh, yang selama ini dikenal berprofesi sebagai paranormal dengan kemampuan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit tersebut.

Kapolres Semarang, AKBP IB Putra Narendra mengatakan, dalam mengungkap kasus penembakan yang terjadi di dekat SD 01 Barukan ini, polisi mendalami penyelidikan dengan mengorek keterangan korban.

“Kepada peugas kami, korban sebelumnya mengaku menerima pesan singkat (SMS) agar bertemu dengan tersangka di Jalan Dusun Duren, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang,” ungkap Narendra.

Dari informasi tersebut polisi memastikan antara pelaku dengan korban sudah saling mengenal. Berbekal nomor telepon seluler (ponsel) pengirim pesan singkat ini, penyelidikan polisi mengarah kepada keduanya.

Dugaan ini tak meleset, sebelumnya pelaku pernah menggunakan  jasa kemampuan korban untuk membantu menyembuhkan penyakit. “Pelaku pernah menjadi salah satu pasien korban,” imbuh Kapolres.

Dalam pesan singkat tersebut, lanjutnya, pelaku minta agar korban datang menemui di suatu tempat di Desa Barukan. Saat mereka berpapasan di jalan, pelaku langsung menembak korban hingga jatuh dari atas sepedamotornya.

Narendra juga menambahkan, dalam penggerebekan, pasang suami isteri ini dapat diringkus tanpa ada perlawanan. “Keduanya segera diamankan di Mapolres Semarang untuk dilakukan pemeriksaan,” imbuhnya

Sumber | Republika

Jalur Bawen Ungaran Macet Total, akibat Kecelakaan Karambol

Kab Semarang . Jalur Bawen-Ungaran yang macet total akhirnya bisa dilalui setelah proses perobohan jembatan penyeberangan hampir selesai...