Friday, September 7, 2012

Masalah Tenaga Kerja di Kab Semarang Seperti Benang Kusut

ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Semarang
(ilustrasi)
Kab. Semarang. - Permasalahan ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Semarang tak ubahnya seperti ‘benang kusut’ yang rumit untuk diurai.

Di luar kebijakan makro ketenagakerjaan yang masih banyak dipersoalkan, daerah ini juga menghadapi masalah minimnya infrastruktur pengawasan hubungan industrial.

Tak pelak sistem supervisi—yang menjadi ujung tombak—untuk meminimalisir permasalahan industrial antara pekerja dan pengusaha pun melempem. Buntutnya, persoalan ketenagakerjaan seperti tidak akan pernah habis di Kabupaten Semarang.

Hal ini terungkap dalam Seminar Regional “Mengurai Benang Kusut Masalah Ketenagakerjaan di Kabupaten Semarang” yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Semarang, Selasa (4/9).

Kasi Kelembagaan dan Hubungan Industrial, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jawa Tengah, M Sulchan, mengungkapkan secara makro di Kabupaten Semarang tetap rentan terhadap terjadinya permasalahan ketenagakerjaan.

“Karena jumlah perusahaan dan pekerja tak sebanding dengan jumlah pegawai—bagian hubungan industrial—untuk melakukan pengawasan dan mediasi permasalahan yang ada. Hal ini mengakibatkan pengawasan tidak bisa berjalan maksimal,” bebernya.

Ia memaparkan, jumlah perusahaan di Kabupaten Semarang mencapai 700-an lebih, yang terdiri atas perusahaan skala besar menengah dan kecil dengan jumlah 90.718 orang tenaga kerja. Namun, jumlah pengawas hanya ada 14 orang dengan tiga diantaranya bagian administrasi.

Artinya, hanya ada 11 petugas pengawas yang efektif  turun ke lapangan. “Bagaimana mungkin pengawasan dapat berjalan optimal jika satu orang pengawas menangani 50 perusahaan lebih,” kata Sulchan.

Sumber | ROL

Wednesday, September 5, 2012

Tertangkap Tangan Saat Transaksi Upal di Sebuah hotel Di Bandungan

uang palsu
UNGARAN. Jajaran Unit I Satreskrim Polres Semarang mengungkap jaringan pengedar uang palsu (upal). Pengungkapan ini dilakukan polisi dengan menyamar menjadi salah satu pembeli.

Selain mengamankan upal senilai Rp 15 juta lebih, polisi juga mengamankan Satun (37), warga Tempuran RT 2 RW 3 Kelurahan/Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Tersangka tertangkap tangan saat transaksi yang dilakukan dilakukan di sebuah kamar di Hotel Tri Kusuma, Bandungan, Kabupaten Semarang.

Kapolres Semarang, AKBP IB Putra Narendra mengatakan, terungkapnya kasus peredaran uang palsu di wilayah hukum Polres Semarang bermula dari informasi masyarakat.

“Ada informasi kecurigaan masyarakat terhadap seseorang yang membawa upal. Belakangan diketahui upal ini untuk diperjualbelikan,” ungkap Narendra.

Terkait laporan ini, Polres Semarang segera menurunkan anggota Unit I Reskrim yang kemudian menyamar menjadi pembeli upal tersebut. Polisi pun menghubungi pelaku untuk bertransaksi di hotel Tri Kusuma, Bandungan.

“Saat tersangka mengeluarkan upal, polisi langsung meringkusnya,” lanjut Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Agus Puryadi.

Dari tangan tersangka polisi berhasil menyita barang bukti upal pecahan Rp 50 ribu senilai Rp 15.100.000, pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 400.000 dan sejumlah kertas bahan upal.

Sumber |  ROL

Tuesday, September 4, 2012

Lowongan Kerja PT Poliplas Makmur Sentosa Ungaran

Lowongan Kerja Teknisi Komputer PT Poliplas Makmur Sentosa Ungaran

PT Poliplas Makmur Sentosa Ungaran
PT Poliplas Makmur Sentosa (PT PMS), adalah merupakan produsen "Karung Plastik" terbesar saat ini di Indonesia, dengan kapasitas tepasang 13.680 ton per tahun. Investasi yang ditanam untuk pembangunan pabrik ini (termasuk rencana perluasan) mencapai sebesar Rp. 52,24 milyar. Pabriknya berlokasi di Jalan Karimun Jawa, Desa Gedanganak, Ungaran, Semarang (Jawa Tengah) dan mulai produksi komersial tahun 1995 :

Lowongan Teknisi Komputer
Syaratnya sebagai berikut :
•    Pria
•    Usia maksimal 26 tahun
•    Pendidikan minimal STN/D3 jurusan elektro
•    IPK minimal 3.00
•    Pengalaman minimal 1 tahun
•    Pekerja keras, motivasi tinggi, teliti, dan sanggup bekerja under pressure

Anda berminat dan memenuhi kualifikasi kami kirimkan lamaran ke :
POLIPLAS GROUP
Jl. Karimunjawa No. 1 Ungaran
Up. Bpk Bambang Susilo

Monday, September 3, 2012

Karena Main Tembak, Suami Istri Ditangkap Polisi

tembak
Ilustrasi
Jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Semarang dan Polsek Tengaran mengungkap aksi penembakan terhadap Teguh Ari Winarto (37), warga Dayakan, RT 03 RW V, Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

Berdasarkan penyelidikan, polisi meringkus pasangan suami isteri, Sutarman (29) serta Sriyatun (28), warga Desa Dadapayam RT 7 RW 2, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, pada Jumat (31/8) malam lalu.

Keduanya diduga kuat merupakan pelaku penembakan terhadap Teguh, yang selama ini dikenal berprofesi sebagai paranormal dengan kemampuan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit tersebut.

Kapolres Semarang, AKBP IB Putra Narendra mengatakan, dalam mengungkap kasus penembakan yang terjadi di dekat SD 01 Barukan ini, polisi mendalami penyelidikan dengan mengorek keterangan korban.

“Kepada peugas kami, korban sebelumnya mengaku menerima pesan singkat (SMS) agar bertemu dengan tersangka di Jalan Dusun Duren, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang,” ungkap Narendra.

Dari informasi tersebut polisi memastikan antara pelaku dengan korban sudah saling mengenal. Berbekal nomor telepon seluler (ponsel) pengirim pesan singkat ini, penyelidikan polisi mengarah kepada keduanya.

Dugaan ini tak meleset, sebelumnya pelaku pernah menggunakan  jasa kemampuan korban untuk membantu menyembuhkan penyakit. “Pelaku pernah menjadi salah satu pasien korban,” imbuh Kapolres.

Dalam pesan singkat tersebut, lanjutnya, pelaku minta agar korban datang menemui di suatu tempat di Desa Barukan. Saat mereka berpapasan di jalan, pelaku langsung menembak korban hingga jatuh dari atas sepedamotornya.

Narendra juga menambahkan, dalam penggerebekan, pasang suami isteri ini dapat diringkus tanpa ada perlawanan. “Keduanya segera diamankan di Mapolres Semarang untuk dilakukan pemeriksaan,” imbuhnya

Sumber | Republika

Laki-laki Tewas Setelah Ngamar Dengan PSK

Laki-laki bernama Senen (50) warga Jl Kemuning, Kel Sendang Mulyo, Kota Semarang ditemukan Tewas Setelah ngamar di Tegal Panas. Kab. Semarang dengan Pekerja Seks Komersial (PSK) bernama Siska pada Minggu (2/9/2012) pagi.

Laki-laki Tewas
Ilustrasi tewas
Senen diduga mengalami serangan jantung Setelah bermain cinta di sebuah kamar wisma Mia, Komplek Lokalisasi Tegal Panas, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Keamanan komplek lokalisasi yang terkenal dengan nama Tegal Panas, Triyatno (52) mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 10.00. Ketika itu, korban yang menurut dugaannya penjual kerupuk dan pepaya, datang ke lokasi sekitar pukul 09.30.

"Korban ngamarnya cuma bentar kok, engga ada setengah jam," kata Triyatno di lokasi.

Berdasarkan informasi yang ia dengar, korban sudah selesai "main" dengan Siska. Setelah bercinta, Senen juga sempat membayar dan sudah memakai baju. Tiba-tiba korban merasa pusing lalu rebahan di kasur. Saat rebahan itulah korban kejang-kejang.

Siska dan temannya yang melihat hal itu langsung berlari ke pemilik wisma, Mia dan Sardi untuk meminta tolong. Saat dicek kembali, tubuh korban sudah tidak bergerak dengan menggenggam tas di tangan.

"Kami langsung hubungi polsek dan mayatnya dibawa ke rumah sakit," tambahnya.

Kasatreskrim Polres Semarang AKP Agus Puryadi menambahkan, dugaan sementara korban meninggal karena sakit jantung. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan dan obat-obatan terlarang dalam pemeriksaan.

Sebenarnya, korban hendak diautopsi, namun pihak keluarga menyatakan menolak dan menerima keadaan. Oleh karena itu, pihaknya menyerahkan jenazah langsung ke keluarga.

Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Bergas dan Polres Semarang. Polisi langsung datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi mengevakuasi mayat korban ke RSUD Ungaran untuk di otopsi.

“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Diduga kuat korban tewas karena sakit jantung,” ujar Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Agus Puryadi.


Sumber | Kompas

Jalur Bawen Ungaran Macet Total, akibat Kecelakaan Karambol

Kab Semarang . Jalur Bawen-Ungaran yang macet total akhirnya bisa dilalui setelah proses perobohan jembatan penyeberangan hampir selesai...