SALATIGA, Jawa Tengah - Selain membawa nama Jawa Tengah, atlet PON asal Salatiga juga membawa nama kota. Karena itu saat berlaga, mereka harus sekuat tenaga hingga tetes keringat, termotivasi membawa nama harum Jateng dan Salatiga.
"Saya bangga, sangat banyak atlet Salatiga yang akan membela Jateng dalam PON nanti. Ini adalah buah perjuangan, kerja keras, dan prestasi semua pihak," ujar Wali Kota Salatiga Yuliyanto, Selasa (28/8).
Dari total 482 atlet Jateng di PON XVII Riau nanti, 41 orang berasal dari Salatiga. Jumlah itu meningkat dibandingkan PON 2008 di Kaltim sebanyak 18 atlet. Malam ini, para atlet tersebut dilepas Yuliyanto dari rumah dinasnya. Sebelum pelepasan, bersama Pelaksana Tugas Ketua KONI Salatiga Dance Ishak Palit, dirinya mengunjungi Dojo dan Sasana Schreuder, Cabean, Mangunsari, Sidomukti.
Tempat tersebut merupakan pusat pelatihan tiga cabang olahraga yakni, karate, wushu, dan tinju dibawah pengawasan juru latih kepala Hermansyah Monginsidi.
Uniknya beberapa tahun lalu, tempat itu berdiri seperti sekarang tidak lepas dari bantuan Pemkot Salatiga dan Yuliyanto, yang saat itu belum menjadi wali kota. Dojo dan Sasana Schreuder sudah sangat terkenal karena bukan hanya mencetak atlet yang berprestasi nasional, namun juga internasional. Dance mengatakan, dari 41 atlet Salatiga yang akan bertarung di PON nanti, pihaknya menargetkan 13 emas.
Sumber | Suaramerdeka
Portal Informasi Seputar Ungaran, Salatiga, Ambarawa dan Sekitar Kabupaten Semarang
Thursday, August 30, 2012
Wednesday, August 29, 2012
Tradisi Unik Mengusir Harimau Di Kab Semarang
Tradisi Unik Mengusir Harimau Di Kab Semarang. Selain Banyak Terdapat Tempat Wisata, Kab Semarang Juga Terdapat Berbagai Tradisi Salah Satunya Tradisi mengusir harimau yang di lakukan Darga Desa Di kec Bringin.
Ratusan Warga Desa Kenteng, Kec Bringin, Di Kabupaten Semarang, Menggelar Tradisi Unik yakni Saling Lempar Lumpur, Atau Popokan. Ritual Lempar Lumpur Di desa Ini Sudah Sejak Lama Digelar Dan Dilestarikan. Tujuannya, Agar Harimau Tak Berani Masuk Ke Kampung.
Ratusan Warga Desa Sendang, Bringin, Kabupaten Semarang, Menggelar Tradisi Unik Yakni Popokan Atau Saling Lempar Lumpur. Tradisi Ini Digelar Sebagai Bentuk Penghormatan Kepada Pendiri Desa Yang Berhasil Mengusir Harimau Dari Tempat Tinggal Mereka. Ritual Lempar Lumpur Sendiri Sudah Sejak Lama Digelar Dan Dilestarikan. Tujuannya, Agar Harimau Tak Berani Masuk Ke Kampung.
Dengan Membawa Bebagai Sesaji Dan Replika Harimau, Ratusan Warga Menuju Areal Persawahan Untuk Melakukan Ritual. Tradisi Ini Sudah Dilakukan Ratusan Tahun Silam Sejak Desa Didirikan. Ritual Ini Sebagai Syukur Atas Keberhasilan Pendiri Desa Mengusir Harimau Pengganggu Ketentraman Warga.
Ada Kepercayaan Warga Setempat Apabila Tekena Lemparan Lumpur Maka Setiap Keinginan Akan Terwujud. Aksi Saling Lempar Lumpur Ini Dibatasi Hingga Satu Jam. Sebab Jika Lebih Lama Dikhawatirkan Memicu Tawuran.
Re/tvku
Ratusan Warga Desa Kenteng, Kec Bringin, Di Kabupaten Semarang, Menggelar Tradisi Unik yakni Saling Lempar Lumpur, Atau Popokan. Ritual Lempar Lumpur Di desa Ini Sudah Sejak Lama Digelar Dan Dilestarikan. Tujuannya, Agar Harimau Tak Berani Masuk Ke Kampung.
Ratusan Warga Desa Sendang, Bringin, Kabupaten Semarang, Menggelar Tradisi Unik Yakni Popokan Atau Saling Lempar Lumpur. Tradisi Ini Digelar Sebagai Bentuk Penghormatan Kepada Pendiri Desa Yang Berhasil Mengusir Harimau Dari Tempat Tinggal Mereka. Ritual Lempar Lumpur Sendiri Sudah Sejak Lama Digelar Dan Dilestarikan. Tujuannya, Agar Harimau Tak Berani Masuk Ke Kampung.
Dengan Membawa Bebagai Sesaji Dan Replika Harimau, Ratusan Warga Menuju Areal Persawahan Untuk Melakukan Ritual. Tradisi Ini Sudah Dilakukan Ratusan Tahun Silam Sejak Desa Didirikan. Ritual Ini Sebagai Syukur Atas Keberhasilan Pendiri Desa Mengusir Harimau Pengganggu Ketentraman Warga.
Ada Kepercayaan Warga Setempat Apabila Tekena Lemparan Lumpur Maka Setiap Keinginan Akan Terwujud. Aksi Saling Lempar Lumpur Ini Dibatasi Hingga Satu Jam. Sebab Jika Lebih Lama Dikhawatirkan Memicu Tawuran.
Re/tvku
Monday, August 27, 2012
jalan utama Kab Semarang Pada H+7 Arus Balik Normal
![]() |
| Arus lalu lintas pemudik dari arah Solo menuju Semarang di tikungan Banaran Resort Bawen, Kabupaten Semarang berangsur normal, Minggu (26/8). (suaramerdeka.com/ Ranin Agung) |
Walau demikian, pihak Kepolisian Resor Semarang baru akan menarik semua anggota yang bertugas di lapangan termasuk anggota cadangan tindak dan preventif, Senin (27/8).
Pernyataan tersebut dikemukakan Kapolres Semarang AKBP IB Putra Narendra saat dihubungi wartawan, Minggu (26/8) siang. Menurutnya, hingga H+7 lebaran pihaknya masih memberlakukan sejumlah rekayasa arus menyusul akan berakhirnya giat Operasi Ketupat Candi 2012.
"Melihat situasi dan kondisi di lapangan, sejumlah rekayasa untuk menghindari penumpukan arus lalu lintas baik sistem tiga-satu dan empat-nol pada penanganan lalu lintas mudik hingga balik lebaran 2012 akan tetap kami lakukan. Terlepas dari itu, Kepolisian Resor Semarang baru akan menarik semua anggota pada, Senin (27/8)," kata Kapolres.
Terpisah, Kepala Dishubkominfo Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryanto menjelaskan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap sistem yang diberlakukan selama mudik-balik lebaran 2012. "Hasil evaluasi nantinya akan dijadikan acuan atau pedoman penanganan pada hari-hari besar yang akan datang," jelasnya.
Berdasarkan data Dishubkominfo, diketahui puncak arus mudik 2012 meningkat sebesar 40 persen dibandingkan 2011.
Pada H-2 lebaran 2011 diketahui hanya ada 58.658 unit kendaraan yang melintas, sedangkan H-3 lebaran 2012 kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang melintasi wilayah Kabupaten Semarang mencapai 81.876 unit kendaraan.
Sumber | Suaramerdeka
Kab Semarang: 1.333 warga rekam data e-KTP saat Lebaran
KAB. SEMARANG - Selama mudik lebaran 2012, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Semarang telah melayani rekam data e-KTP sebanyak 1.333 warga yang notabene bermata pencaharian di luar wilayah Kabupaten Semarang.
Jumlah tersebut meliputi 400 orang warga yang mendapat pelayanan di kantor Dispendukcapil dan 933 warga yang dilayani di enam kecamatan, diantaranya Kecamatan Bandungan, Getasan, Susukan, Tuntang, Bergas, dan Kecamatan Ungaran Timur.
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Puguh Wijoyo Pakuwodjo mengatakan, pihaknya sengaja membuka pelayanan e-KTP meski pemerintah telah memutuskan waktu cuti bersama untuk pegawai negeri sipil. Langkah tersebut menurutnya sangat membantu dalam hal perekaman data bagi warga asli Kabupaten Semarang yang tinggal sementara di luar wilayah.
"Dalam dua hari mulai Selasa-Rabu (21-22/8) petugas berhasil melakukan melayani rekam data e-KTP sebanyak 1.333 warga yang mayoritas bisa dikatakan pemudik," katanya kepada wartawan, Minggu (26/8).
Lebih lanjut dijelaskan, hingga saat ini kondisi semua perangkat rekam data yang digunakan dalam keadaan baik. Kondisi alat yang berfungsi normal tidak terlepas dari peran petugas pelayanan di lapangan yang terus melakukan pembersihan setiap kali setelah perekaman data selesai dilakukan.
"Semua perangkat dalam normal keadaan siap dipergunakan, hingga saat ini kami telah melayani sebanyak 76 persen atau sekitar 570.000 dari total penduduk 1.052.194 jiwa se-Kabupaten Semarang. Sedangkan jumlah warga wajib KTP yang terdata di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hanya sejumlah 741.001 jiwa. Dengan pencapaian tersebut, kami optimis proses rekam data e-KTP akan berjalan sesuai yang ditargetkan yakni selesai pada September 2012," tandasnya.
Untuk mempercepat perekaman data, selain melakukan pelayanan pada masing-masing kecamatan dan di kantor Dispendukcapil, petugas pelayanan bekerja sama dengan pihak perusahaan juga melakukan 'jemput bola' dengan menggunakan fasilitas alat e-KTP <I>mobile<P> yang didesain khusus oleh pemerintah pusat.
"Dengan fasilitas e-KTP mobile belum lama ini kami telah menyelesaikan perekaman data ke wilayah terisolir dan sejumlah perusahaan," pungkas Puguh.
Sumber | Suara Merdeka
Jumlah tersebut meliputi 400 orang warga yang mendapat pelayanan di kantor Dispendukcapil dan 933 warga yang dilayani di enam kecamatan, diantaranya Kecamatan Bandungan, Getasan, Susukan, Tuntang, Bergas, dan Kecamatan Ungaran Timur.
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Puguh Wijoyo Pakuwodjo mengatakan, pihaknya sengaja membuka pelayanan e-KTP meski pemerintah telah memutuskan waktu cuti bersama untuk pegawai negeri sipil. Langkah tersebut menurutnya sangat membantu dalam hal perekaman data bagi warga asli Kabupaten Semarang yang tinggal sementara di luar wilayah.
"Dalam dua hari mulai Selasa-Rabu (21-22/8) petugas berhasil melakukan melayani rekam data e-KTP sebanyak 1.333 warga yang mayoritas bisa dikatakan pemudik," katanya kepada wartawan, Minggu (26/8).
Lebih lanjut dijelaskan, hingga saat ini kondisi semua perangkat rekam data yang digunakan dalam keadaan baik. Kondisi alat yang berfungsi normal tidak terlepas dari peran petugas pelayanan di lapangan yang terus melakukan pembersihan setiap kali setelah perekaman data selesai dilakukan.
"Semua perangkat dalam normal keadaan siap dipergunakan, hingga saat ini kami telah melayani sebanyak 76 persen atau sekitar 570.000 dari total penduduk 1.052.194 jiwa se-Kabupaten Semarang. Sedangkan jumlah warga wajib KTP yang terdata di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hanya sejumlah 741.001 jiwa. Dengan pencapaian tersebut, kami optimis proses rekam data e-KTP akan berjalan sesuai yang ditargetkan yakni selesai pada September 2012," tandasnya.
Untuk mempercepat perekaman data, selain melakukan pelayanan pada masing-masing kecamatan dan di kantor Dispendukcapil, petugas pelayanan bekerja sama dengan pihak perusahaan juga melakukan 'jemput bola' dengan menggunakan fasilitas alat e-KTP <I>mobile<P> yang didesain khusus oleh pemerintah pusat.
"Dengan fasilitas e-KTP mobile belum lama ini kami telah menyelesaikan perekaman data ke wilayah terisolir dan sejumlah perusahaan," pungkas Puguh.
Sumber | Suara Merdeka
Monday, August 13, 2012
Banser Berjaga, GPK Gelar Aksi
![]() |
| Ilustrasi |
Beruntung aparat dari kepolisian Resor Semarang yang diterjunkan ke lapangan berhasil memisahkan kedua ormas tersebut sehingga bentrokan dapat dihindari. Hasil pantauan di lapangan, laskar GPK yang berpakain serba hitam bertuliskan 'GPK Jibril Divisi Merbabu' itu memulai aksinya dari lapangan Desa Mendut menuju lokalisasi Sukosari (Gembol) dan Tegalpanas. Selanjutnya melewati Lemah Abang menuju Bandungan dengan menumpang belasan mobil dan puluhan sepeda motor.
Ketua GPK Jawa Tengah KH Syihabudin menilai terlalu berlebihan bila masyarakat menilai aksi ini sebagai aksi sweeping. Menurutnya, aksi meluruskan Surat Edaran Bupati tentang Larangan Buka sejak H-7. "Sifatnya pun kami memberikan imbauan kepada pemilik hotel, tempat hiburan, dan warung agar menghormati bulan suci Ramadhan. Jika ada warung yang buka siang hari, maka kami mengingatkan untuk menutup sebagian agar tidak terlihat jelas dari luar," katanya Syihabudin.
"Kami menyayangkan adanya Banser di sejumlah titik lokasi, harusnya mereka berjaga-jaga di gereja, wihara, dan keramaian bukan di tempat hiburan atau maksiat. Jelas aneh bila ada Banser di bulan suci Ramadan yang bertugas di tempat hiburan," tegasnya.
Sementara itu Wakil Komandan Banser Desa Karangtopo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Ahmad Munif saat ditemui wartawan mengatakan, keberadaan pihaknya di Bandungan karena adanya permintaan untuk bergabung mengamankan kawasan tersebut. "Keberadaan kami di Bandungan hanya untuk diperbantukan mengamankan dan menjaga suasana tentram kondusif," ujar Ahmad Munif.
Sumber | Kompas
Sunday, August 12, 2012
Pemkab Semarang Memprioritaskan 3 Sektor Pembangunan
Kab. Semarang. - Bupati Kabupaten Semarang H Mundjirin menegaskan kembali komitmen Pemkab Semarang untuk memprioritaskan tiga sektor pembangunan. Sektor itu yakni pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur menjadi landasan utama untuk mendongkrak sektor lainnya demi kesejahteraan bersama. “Ketiganya akan menjadi pondasi yang harus kuat agar peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud dengan baik,” katanya saat acara tarawih dan silaturahim (tarhim) di Masjid Baitul Qudus dusun Krajan Bergas Kidul, Jum’at (10/8) malam.
Hadir pada acara itu Wakil Bupati H Warnadi, para pimpinan SKPD, perwakilan anggota DPRD dan seratusan warga setempat. Sebelumnya, dilaksanakan shalat tarawih 23 rekaat yang dipimpin imam KH Mudzakir Ahmad Al Hafidz.
Ditambahkan oleh Bupati, Pemkab Semarang tidak main-main untuk menggarap ketiga sektor prioritas itu. Pelayanan gratis di Puskesmas dan kelas III RSUD Ungaran dan Ambarawa, katanya, menjadi agenda utama yang akan ditingkatkan di masa mendatang. Selain itu perhatian pada infrastruktur jalan di wilayah perbatasan juga terus ditingkatkan.
“Sarana jalan terutama di daerah perbatasan sangat berkait erat dengan perekonomian masyarakat. Karenanya Pemkab akan terus mengalokasikan dana perbaikan jalan rusak maupun peningkatan mutunya,” tegas Mundjirin lagi.
Pada kesempatan itu, Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan aspal sebanyak 135 drum untuk peningkatan mutu jalan di sembilan lokasi di Kecamatan Bergas. Sedangkan di Pringapus, diserahkan 80 drum aspal untuk perbaikan empat lokasi.
Diserahkan pula bantuan operasional sepeda motor kepada 12 kepala desa (kades) di Kecamatan Bergas dan Pringapus. Diantara para penerima adalah kades Bergas Kidul, Pagersari (Bergas), kades Wonoyoso, Penawangan, Klepu, Pringsari, Derekan dan Jatirunggo di Pringapus. “Bantuan ini diharapkan dapat memacu kinerja para kades terutama untuk menggali potensi desa masing-masing demi kesejahteraan warga,” tandasnya.
Sumber | Pemkab Semarang
Hadir pada acara itu Wakil Bupati H Warnadi, para pimpinan SKPD, perwakilan anggota DPRD dan seratusan warga setempat. Sebelumnya, dilaksanakan shalat tarawih 23 rekaat yang dipimpin imam KH Mudzakir Ahmad Al Hafidz.
Ditambahkan oleh Bupati, Pemkab Semarang tidak main-main untuk menggarap ketiga sektor prioritas itu. Pelayanan gratis di Puskesmas dan kelas III RSUD Ungaran dan Ambarawa, katanya, menjadi agenda utama yang akan ditingkatkan di masa mendatang. Selain itu perhatian pada infrastruktur jalan di wilayah perbatasan juga terus ditingkatkan.
“Sarana jalan terutama di daerah perbatasan sangat berkait erat dengan perekonomian masyarakat. Karenanya Pemkab akan terus mengalokasikan dana perbaikan jalan rusak maupun peningkatan mutunya,” tegas Mundjirin lagi.
Pada kesempatan itu, Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan aspal sebanyak 135 drum untuk peningkatan mutu jalan di sembilan lokasi di Kecamatan Bergas. Sedangkan di Pringapus, diserahkan 80 drum aspal untuk perbaikan empat lokasi.
Diserahkan pula bantuan operasional sepeda motor kepada 12 kepala desa (kades) di Kecamatan Bergas dan Pringapus. Diantara para penerima adalah kades Bergas Kidul, Pagersari (Bergas), kades Wonoyoso, Penawangan, Klepu, Pringsari, Derekan dan Jatirunggo di Pringapus. “Bantuan ini diharapkan dapat memacu kinerja para kades terutama untuk menggali potensi desa masing-masing demi kesejahteraan warga,” tandasnya.
Sumber | Pemkab Semarang
Proses e-KTP Kabupaten Semarang Dipercepat
Kab Semarang.- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Semarang melakukan langkah percepatan untuk menyelesaikan proses perekaman data warga untuk pembuatan e-KTP. Salah satunya dengan melakukan rekam data langsung di lokasi perusahaan.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Apindo untuk rekam data para karyawan tanpa banyak mengurangi jam kerja mereka,” kata Kepala Dispendukcapil Puguh Wijoyo Pakuwodjo di Ungaran, awal pekan ini.
Menurutnya, beberapa perusahaan telah menyatakan siap menyediakan tempat di lingkungan perusahaan untuk proses rekam data tersebut. Pola semacam ini dianggap saling menguntungkan kedua belah pihak. Di satu sisi target Dispendukcapil untuk menyelesaikan rekam data e-KTP dapat tercapai. Sedangkan Perusahaan tidak dirugikan karena tidak banyak karyawan yang minta izin pulang untuk rekam data e-KTP. “Meski begitu, baru ada satu perusahaan yang secara resmi memberikan respon yakni PT Glory Industrial Semarang,” terang Puguh.
Dia berharap perusahaan lain bisa meniru langkah kerja sama itu agar target rekam data e-KTP dapat tercapai. Dengan langkah terobosan ini, Puguh optimis target penyelesaian pada bulan Oktober dapat tercapai. Bahkan, “Jika berjalan lancar, September mendatang proses ini telah selesai,” tandasnya.
Kepala HRD PT Glory Industrial Semarang Edi DHL menyatakan terima kasih atas inisiatif pelayanan rekam data oleh Dispendukcapil langsung ke perusahaannya. Dikatakan, jika karyawan harus izin pulang untuk rekam data di kecamatan masing-masing, paling tidak dibutuhkan waktu tiga.
Sedangkan jika ada pelayanan langsung seperti ini, setiap karyawan hanya sekitar lima menit meninggalkan pekerjaannya. “Kerja sama ini sangat efektif dan membantu kami agar proses produksi di perusahaan tidak terganggu,” tegasnya.
Berdasarkan data perusahaan, sebanyak 267 orang karyawan PT Glory telah terdaftar untuk dilayani rekam data. Jumlah itu, lanjutnya, dimungkinkan dapat bertambah. Sebab ternyata ada karyawan yang belum terdaftar namun bersedia mengikuti rekam data di perusahaan itu. Dispendukcapil mengerahkan empat orang personel dan dua set alat rekam untuk melayani para karyawan tersebut.
Ditambahkan oleh Kasi Identitas dan Pendataan Penduduk Retno Widuri Inspirasi, hingga awal minggu kedua Bulan Agustus 2012 ini, jumlah warga wajib KTP yang telah terekam data pribadinya sebanyak 534.021 orang atau 72,07 persen dari target kuota 741.001 orang.
Beberapa kecamatan yang memiliki jumlah wajib KTP banyak, prosentase rata-rata penyelesaian rekam data telah mencapai lebih dari 50 persen. Diantaranya Kecamatan Tengaran telah diselesaikan rekam data 35.407 wajib KTP atau 71 persen dari total 49.478 wajib KTP, Kecamatan Suruh terekam 33.866 wajib KTP (64,97 persen) dari 52.129 dan Ungaran Barat terekam 37.230 (59,57 persen) dari total 62.496 wajib KTP.
“Saat ini juga terdaftar 10.328 wajib KTP diluar kuota yang terdaftar setelah 31 Januari 2012. Mereka akan dilayani di kecamatan masing-masing dengan menunjukkan KTP regular,” jelas Widuri.
Khusus untuk melayani warga lanjut usia, katanya, Dispendukcapil akan mengoperasikan mobil pelayanan rekam data keliling. Pelayanan ini diharapkan dapat memudahkan para lansia untuk mengikuti proses rekam data e-KTP.
Sumber | jateng time
“Kita sudah berkoordinasi dengan Apindo untuk rekam data para karyawan tanpa banyak mengurangi jam kerja mereka,” kata Kepala Dispendukcapil Puguh Wijoyo Pakuwodjo di Ungaran, awal pekan ini.
Menurutnya, beberapa perusahaan telah menyatakan siap menyediakan tempat di lingkungan perusahaan untuk proses rekam data tersebut. Pola semacam ini dianggap saling menguntungkan kedua belah pihak. Di satu sisi target Dispendukcapil untuk menyelesaikan rekam data e-KTP dapat tercapai. Sedangkan Perusahaan tidak dirugikan karena tidak banyak karyawan yang minta izin pulang untuk rekam data e-KTP. “Meski begitu, baru ada satu perusahaan yang secara resmi memberikan respon yakni PT Glory Industrial Semarang,” terang Puguh.
Dia berharap perusahaan lain bisa meniru langkah kerja sama itu agar target rekam data e-KTP dapat tercapai. Dengan langkah terobosan ini, Puguh optimis target penyelesaian pada bulan Oktober dapat tercapai. Bahkan, “Jika berjalan lancar, September mendatang proses ini telah selesai,” tandasnya.
Kepala HRD PT Glory Industrial Semarang Edi DHL menyatakan terima kasih atas inisiatif pelayanan rekam data oleh Dispendukcapil langsung ke perusahaannya. Dikatakan, jika karyawan harus izin pulang untuk rekam data di kecamatan masing-masing, paling tidak dibutuhkan waktu tiga.
Sedangkan jika ada pelayanan langsung seperti ini, setiap karyawan hanya sekitar lima menit meninggalkan pekerjaannya. “Kerja sama ini sangat efektif dan membantu kami agar proses produksi di perusahaan tidak terganggu,” tegasnya.
Berdasarkan data perusahaan, sebanyak 267 orang karyawan PT Glory telah terdaftar untuk dilayani rekam data. Jumlah itu, lanjutnya, dimungkinkan dapat bertambah. Sebab ternyata ada karyawan yang belum terdaftar namun bersedia mengikuti rekam data di perusahaan itu. Dispendukcapil mengerahkan empat orang personel dan dua set alat rekam untuk melayani para karyawan tersebut.
Ditambahkan oleh Kasi Identitas dan Pendataan Penduduk Retno Widuri Inspirasi, hingga awal minggu kedua Bulan Agustus 2012 ini, jumlah warga wajib KTP yang telah terekam data pribadinya sebanyak 534.021 orang atau 72,07 persen dari target kuota 741.001 orang.
Beberapa kecamatan yang memiliki jumlah wajib KTP banyak, prosentase rata-rata penyelesaian rekam data telah mencapai lebih dari 50 persen. Diantaranya Kecamatan Tengaran telah diselesaikan rekam data 35.407 wajib KTP atau 71 persen dari total 49.478 wajib KTP, Kecamatan Suruh terekam 33.866 wajib KTP (64,97 persen) dari 52.129 dan Ungaran Barat terekam 37.230 (59,57 persen) dari total 62.496 wajib KTP.
“Saat ini juga terdaftar 10.328 wajib KTP diluar kuota yang terdaftar setelah 31 Januari 2012. Mereka akan dilayani di kecamatan masing-masing dengan menunjukkan KTP regular,” jelas Widuri.
Khusus untuk melayani warga lanjut usia, katanya, Dispendukcapil akan mengoperasikan mobil pelayanan rekam data keliling. Pelayanan ini diharapkan dapat memudahkan para lansia untuk mengikuti proses rekam data e-KTP.
Sumber | jateng time
Subscribe to:
Posts (Atom)
Jalur Bawen Ungaran Macet Total, akibat Kecelakaan Karambol
Kab Semarang . Jalur Bawen-Ungaran yang macet total akhirnya bisa dilalui setelah proses perobohan jembatan penyeberangan hampir selesai...
-
Kab Semarang . Jalur Bawen-Ungaran yang macet total akhirnya bisa dilalui setelah proses perobohan jembatan penyeberangan hampir selesai...
-
Dijual Helm Bawaan Vixion 2011 Kondisinya: Masih Utuh belum pernah dipakai sama sekali Warna Merah SIZE M Harga 250ribu (nego) Mi...
-
Benteng Willem II Ungaran sebelum dipugar Benteng Willem II Ungaran , Dulu sebelum dipugar, terlihat mirip dengan gudang tua seperti di...




