Saturday, November 17, 2012

Panwaslu Kabupaten Semarang belum punya kantor..

Kabupaten Semarang
UNGARAN. Kabupaten Semarang: Menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2013 serta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, ternyata Pantia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Semarang sampai sekarang belum juga memiliki kantor sekretariat tetap.

"Padahal, keberadaan kantor penting untuk operasional para anggota Panwaslu yang telah dilantik beberapa waktu lalu," ujar Ketua Divisi SDM dan Kelembagaan Panwaslu Kabupaten Semarang, Mardoyo, Jumat (16/11).

Selain dirinya, ada dua anggota Panwaslu lain meliputi Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Agus Riyanto, dan Anggota Divisi Penanganan Pelanggaran, Bambang Purwanto. Sehubungan hal itu, pihaknya akan segera menghadap Bupati dan Sekda Kabupaten Semarang, untuk meminta fasilitas kantor kesekretariatan.

Disamping memerlukan sebuah kantor sekretariat, menurut Mardoyo, Panwaslu Kabupaten Semarang juga butuh dukungan tenaga kesekretariatan yang biasanya diambilkan dari pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkab Semarang.

Terlepas dari keterbatasan tadi, Panwaslu Kabupaten Semarang akan langsung bergerak cepat agar memenuhi jadwal kegiatan yang sangat mendesak. Termasuk mengejar ketertinggalan beberapa tahapan pemilu yang sudah berjalan.

"Yang pertama kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Semarang terkait pengadaan kantor sekretariat dan pembentukan pegawai sekretariat. Kemudian berkoordinasi dengan stakeholder. Setelah itu baru mengarah ke perekrutan panitia pengawas kecamatan (Panwascam) karena deadline 10 Desember 2012 mereka harus sudah dilantik," jelasnya. (Pudyo Saptono)

Sumber | Suara karya

Thursday, November 15, 2012

Foto Karnaval 1 Muharram 1434 H (1 Suro) Di Kota Salatiga

Salatiga Kota.-Berikut Ini Foto-foto Karnaval 1 Muharram 1434 H (1 Suro) di Kota salatiga, yang diikuti Dari berbagai sekolah, Diantaranya MTS,SMP,SMA Kota salatiga, Foto Ini Diambil tepat Ditaman Sari/ depan Mall Ramayana Kota salatiga. dan pada Saat Karnaval Melakukan Start setelah menghadap Bpk Walikota Salatiga. untuk melihat lebih jelas, Klik Pada gambarnya


























Tradisi Unik Desa Sidomulya, Ungaran pada 1 Suro

Tradisi Unik Desa Sidomulya
Ungaran Kota.- Desa Sidomulya, Ungaran, Jawa Tengah tak beda dengan desa-desa lain pada umumnya. Yang membedakan adalah adanya acara tradisi lempar ketupat. Acara ini digelar dalam rangka tahun baru Jawa 1 Suro yang berbarengan dengan 1 Muharram dalam kalender penanggalan Islam.

Ketika bunyi suara tiang listrik dipukul berarti saatnya ratusan warga desa, dari usia muda hingga orang tua, laki-laki dan perempuan, semuanya turun ke jalan membawa ketupat dan sayur.

Setelah diawali dengan membacakan doa-doa untuk memohon keselamatan, semua warga makan ketupat bersama. Setelah itu, puncak acaranya adalah perang ketupat. Semua warga saling melempar ketupat dengan sisa yang masih ada.

Acara perang ketupat ini dipercaya bisa membuang sial dan bencana. Sebaliknya, jika perang ketupat tidak digelar, maka akan terjadi bencana. Itulah tradisi Desa Sidomulyo yang biasa digelar ketika menyambut 1 Suro.

Sumber | Liputan 6

Tuesday, November 13, 2012

SMA 1 Ungaran: Membuat Meriam Dalam Festival

SMA 1 Ungaran
KOMPAS.com/ SYAHRUL MUNIR Festival dolanan anak di SMA 1 Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/11/2012).
UNGARAN KOTA.- Dentuman keras menyalak beberapa kali dari moncong meriam, suaranya sangat memekakan telinga. Alih-alih berlindung atau lari, puluhan orang di sekitarnya justeru bersorak kegirangan.

Itulah sekelumit gambaran dari suasana "Festival Dolanan Anak" yang digelar di SMA 1 Ungaran, Jalan Diponegoro, Ungaran, Selasa (13/11/2012) pagi. Meriam itu terbuat dari bambu atau disebut mercon bumbung.

Sejumlah permainan tradisional diperlombakan antarkelas. Mulai dari egrang, lompat tali, dakon, betengan, bakiak batok dan gobak sodor. Nuansa tradisional makin kental karena seluruh siswa, guru dan karyawan semuanya mengenakan busana tradisional. Sebagian besar laki-laki memakai sorjan dan wanitanya memakai kebaya tanpa make up.

"Kegiatan ini bertujuan nguri-uri budaya Jawa yang makin luntur. Di era digital ini generasi muda perlu kita kenalkan pada ikon-ikon tradisi yang bernilai adiluhung sehingga mereka tak lupa pada jati dirinya," kata Hartanto, kepala SMA 1 Ungaran.

Festival dolanan anak yang kali pertama digelar oleh SMA unggulan Kabupaten Semarang ini diawali dengan pawai menyusuri sejumlah ruas jalan di kota Ungaran dengan jalan kaki. Para siswa menyambut kegiatan ini dengan antusias.

"Ternyata permainan tempo dulu itu asyik juga ya dimainin. Bagus kalau menjadi agenda rutin," ungkap Desta, siswa kelas 10. Tak ketinggalan, stand jajanan pasar menjadi serbuan para siswa.

Karena selain enak, aneka jajan pasar seperti gethuk, cenil dan juga minuman dawet dijual oleh panitia OSIS dengan harga murah. Melihat kemeriahan festival dolanan anak dan respon para siswa tersebut, Hartanto yang baru tiga bulan menjabat sebagai kepala SMA 1 Ungaran ini bertekad menjadikannya agenda tahunan sekolah. "Tahun depan kita akan buat yang lebih meriah dan lebih baik lagi," pungkas Hartanto.

Sumber | Kompas

Saturday, November 10, 2012

Beberapa Sebab Kemacetan Ungaran-Bawen

pasar karangjati
Bergas Kab. Semarang - Volume kendaraan bukan merupakan satu-satunya penyebab kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang Jalan Diponegoro, Ungaran sampai Pasar Karangjati, Kabupaten Semarang.

Seperti halnya yang terjadi Sabtu (10/11) siang menjelang sore ini. Kemacetan hari ini lebih disebabkan karena ramainya pertigaan atau perempatan akses jalan ke beberapa wilayah di Kabupaten Semarang oleh angkutan umum.

Menurut salah satu petugas dari Polsek Bergas, Bribtu Supeno, yang gerjaga di pos polisi, kemacetan akan diperparah lagi dengan tibanya jam bubaran pabrik. "Puncak macet sekitar pukul empat sampai enam sore, yang sekarang belum seberapa," kata Supeno.

Karena kemecetan itu, laju kendaraan baik dari arah Semarang ke Solo atau sebaliknya menjadi tersendat. Kemacetan baru bisa diurai menjelang tanjakan Bawen. Selebihnya lalu-lintas lancar sampai kota Salatiga.

Sumber | sm

Tahanan Kota Salatiga Pakai Rompi Baru

Tahanan Kota Salatiga
ROMPI TAHANAN: Kepala Seksi Pidana Umum kejari Salatiga Yusup Hadiyanto (kanan) menunjukkan model rompi tahanan yang wajib dikenakan para tahanan saat keluar dari sel. (suaramerdeka.com/Wahyu Wijayanto)
SALATIGA KOTA - Tahanan Kejaksaan Negeri Salatiga kini wajib mengenakan rompi khusus tahanan, setiap kali mereka keluar dari ruang sel. Pemakaian rompi tersebut, untuk memudahkan mengenali para tahanan yang kadang berbaur dengan banyak orang, sehingga segala kemungkinan yang tidak diinginkan dapat diminimalkan.

Peluncuran rompi tahanan dilakukan Rabu (7/11) di Kejari Salatiga. "Ini untuk langkah antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Terobosan ini sebagai bagian upaya kami untuk bekerja lebih baik lagi, selain upaya-upaya lainnya dalam penegakan hukum," tutur Pelaksana Harian Kajari Salatiga Setyo Pranoto.

Kepala Seksi Pidana Umum Yusup Hadiyanto mengatakan, pemakaian baju tahanan dilakukan sejak status penahanan dilimpahkan ke kejaksaan. Yakni mulai pelimpahan tahap kedua dari polisi ke jaksa, atau pelimpahan tersangka dan barang bukti, maka tahanan harus mengenakan rompi khusus berwarna merah.

Rompi dipakai setiap kali mereka keluar sel untuk dibawa dalam persidangan atau keperluan lainnya. Bila di pengadilan majelis hakim tidak keberatan, maka rompi khusus tetap harus dikenakan. Kejari Salatiga kini sedikitnya menahan 25 tersangka atau terdakwa berbagai perkara. Mereka dititipkan di Rumah Tanahan Salatiga.

Dalam peluncuran rompi tahanan hari ini, empat tahanan dihadirkan. Bagian belakang rompi bertuliskan Tahanan Kejaksaan Negeri Salatiga, sementara di bagian depan terdapat nomor, dan logo kejaksaan yang berseloka Satya Adi Wicaksana. Menurut Yusup, rompi dibuat dengan desain unik agar tidak mudah dilepaskan.

Sumber | Suara Merdeka

Thursday, November 8, 2012

Pabrik jamu Sido Muncul Bergas, Kab Semarang Diduga Limbahnya cemar

pagar Sisi Pt Sido Muncul kab semarang
Penyidik lingkungan dari BLH Provinsi Jateng, BLH kabupaten Semarang beserta Komisi C DPRD kabupaten Semarang mengambil sample limbah cair PT Sidomuncul, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (06/11/2012)
Bergas Kab Semarang - Mencuatnya kabar tentang dugaan pencemaran limbah cair pabrik jamu Sido Muncul Bergas, Kabupaten Semarang, langsung ditanggapi oleh pihak terkait. Selasa (06/11/2012) kemarin, tim gabungan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Tengah dan BLH Kabupaten Semarang beserta Komisi C PRD setempat meninjau lokasi, dan mengambil sampel air di area persawahan warga.

Petugas penyidik BLH Propinsi Jawa Tengah, Sisbambang mengatakan, pengujian terhadap sampel air limbah baru dapat diketahui hasilnya dua pekan ke depan. "Untuk tingkat keasaman atau PH dan suhu udara kondisinya dinyatakan aman. Namun, untuk kandungan lainnya perlu pembuktian uji laboratorium," kata Sisbambang, saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Mas'ud Ridwan meminta agar LH obyektif dalam melakukan penelitiannya. Terlepas dari itu, pihaknya juga berharap perusahaan memperhatikan aspek lingkungan terutama kepada warga yang terkena dampak limbah yang diduga berasal dari PT Sido Muncul.

"Bila terbukti pencemaran tersebut berasal dari PT Sido Muncul kami pun mendesak pihak perusahaan untuk memberikan kompensasi kepada warga serta memperbaiki jaringan IPAL," ungkap Masud.

Dikabarkan sebelumnya, pencemaran limbah cair Sido Muncul mencemari sumber air dangkal dan area persawahan di Dusun Kalisori, Desa Diwak, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Selain sumur, pencemaran diduga mengakibatkan beras produksi petani tidak layak konsumsi. 

Sumber | Kompas

Jalur Bawen Ungaran Macet Total, akibat Kecelakaan Karambol

Kab Semarang . Jalur Bawen-Ungaran yang macet total akhirnya bisa dilalui setelah proses perobohan jembatan penyeberangan hampir selesai...